Tribunnews WIKI

Aulia Kusuma Mengaku Terinspirasi dari Sinetron saat Bakar Suami dan Anak Tiri

Rabu, 4 September 2019 22:21 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Pelaku pembunuhan suami dan anak tiri, Aulia Kusuma (AK), mengaku pembunuhan tersebut terinspirasi dari sinetron.

Pembunuhan tersebut berawal ketika Aulia merasa sakit hati kepada Edi.

Aulia berharap, rumah yang berada di kawasan Lebak Bulus dijual untuk melunasi utangnya.

Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Koordinator Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bidang pengawasan isi siaran, Mimah Susanti.

Mimah mengatakan pihaknya perlu informasi lebih jauh terkait sinetron mana yang dimaksud tersangka hingga menginspirasinya untuk melakukan pembunuhan.

"Kan itu kan kalau sinetron secara umum kan apakah semuanya itu mengandung unsur kekerasan yang akhirnya dia misalnya (membunuh) itu kan tidak isa digenalisir," ujar Mimah, dikutip Kompas.com, Rabu (4/9/2019).

Menurut Mimah, penayangan sinetron di televisi ada dua pihak yang melakukan pengawasan, yaitu KPI dan Lembaga Sensor Film (LSF).

Apabila suatu tayangan mengandung unsur kekerasan, maka dua pihak ini yang akan melakukan tindakan.

Selain itu, Mimah menambahkan bahwa KPI selalu melakukan pemantauan untuk memastikan suatu konten layak tayang di televisi Indonesia.

KPI juga menerima aduan dari masyarakat terkait konten-konten yang melanggar.

"Nah dari data atau temuan itu akan ada proses kajian, analisa selanjutnya yang mana yang diduga melanggar," jelas Mimah, dikutip dari Kompas.com.

"Apakah dalam bentuk gambarnya, kata-katanya, nanti kan kita lihat tayangannya dulu," tambahnya.

Mimah menyebutkan KPI akan memberikan sanksi untuk penanggung jawab siaran konten-konten yang melanggar.

Sebelumnya, diberitakan bahwa duduk perkara istri muda AK tega bunuh suami dan anak tirinya ini didasarkan masalah utang AK yang menumpuk.

Niat pembunuhan yang dimotori AK ini bermula dari masalah finansial yang dia hadapi.

AK memiliki utang sebanyak Rp10 miliar.

Lebih lanjut AK mengaku lega dan sempat ucapkan 'Alhamdulillah' setelah habisi nyawa Edi dan Dana.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.

Ia memberanikan diri untuk meminta suaminya, Edi, menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Edi.

Atas penolakan tersebut, Aulia merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya pada Juli 2019.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana.

Proses penghabisan nyawa Edi dan Dana yang sangat keji ini, diakui AK dilakukan dengan tidak sengaja.

Awalnya, AK hanya ingin membuat Edi dan Dana tak sengaja dibakar dan alami luka bakar kecil.

Sebelumnya, Aulia juga sempat menyantet korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, awalnya rencana Aulia untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya dengan cara disantet.

Aulia meminta bantuan satet dari suami mantan asisten rumah tangganya yang berinisial RD.

Bahkan dirinya memberikan uang bayaran senilai Rp40 Juta kepada RD.

Rencana kejinya tidak berhasil, Aulia berdalih menggunakan cara lain untuk habisi Pupung Sadili.

Aulia langsung beralih ke rencana kedua pembunuhan dengan cara ditembak menggunakan senjata api.

Aulia kembali meminta bantuan RD untuk mencarikan senjata api sekaligus pembunuh bayaran.

Suyudi mengatakan, harga senjata api yang ditawarkan RD kala itu senilai Rp50 juta.

Namun, Aulia hanya mampu memberikan uang senilai Rp35 juta.

Lalu, rencana pembunuhan Aulia berujung pada mencari pembunuh bayaran.

Aulia kemudian mencari buruh tani di Lampung.

Namun Aulia awalnya tidak langsung memberitahu tugas dosa besar S dan A.

Awalnya, keduanya dihubungi Aulia dengan alasan meminta bantuan untuk membersihkan gudang di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Setibanya di Jakarta, Aulia kemudian menjanjikan bayaran Rp200 juta kepada kedua pembunuh bayaran itu untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

Keduanya pun menerima tawaran tersebut.

Edi dan Dana dibunuh di rumahnya. Edi dibunuh dengan menggunakan racun oleh S dan A.

Sedangkan Dana dibunuh dengan cara diberi minuman keras oleh anak dari AK.

Saat mabuk dan tidak sadarkan diri, Dana dibekap oleh pelaku hingga meninggal.

AK dan anaknya, KV kemudian membawa mobil yang berisi jasad Edi dan Dana ke Cidahu, Sukabumi.

AK sempat membeli bensin di dekat lokasi kejadian dan menyerahkan bensin tersebut ke KV untuk membakar mobil berisi jasad Edi dan Dana.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Aulia Kusuma Mengaku Terinspirasi dari Sinetron saat Bakar Suami dan Anak Tiri, Ini Tanggapan KPI

ARTIKEL POPULER:

Baca: Niat Keji Habisi Suami & Anak Tak Sesuai Rencana, Aulia Kesuma: Kita Terlalu Banyak Nonton Sinetron

Baca: Aulia Kesuma Akui Sempat Ucap Alhamdulillah seusai Bunuh Pupung dan Dana, Sebut sudah Lega dan Damai

Baca: Aulia Kesuma Sempat Hubungan Intim Sebelum Eksekusi, Ungkap Setiap Seminggu 3 Kali Jatah

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved