Rabu, 17 Juni 2026

Nasional

Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Turun

Rabu, 17 Juni 2026 16:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji bakal menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026.

Harga Pertamax yang semula Rp12.000 per liter, naik menjadi Rp16.250.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, di hadapan awak media di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Rabu (17/6/2026).

Dwi Anggia memastikan harga Pertamax akan turun jika harga minyak dunia turun.

"Apakah (Pertamax) bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun," kata dia, Rabu.

Lebih lanjut, Dwi Anggia menuturkan, pemerintah membagi regulasi BBM ke dalam dua kategori, yaitu subsidi dan nonsubsidi.

Khusus nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dex Series, pemerintah menetapkan aturan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) 245 Tahun 2022.

Dalam aturan itu, fluktuasi harga di SPBU merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari karena menyesuaikan ongkos produksi.

"Ini mekanismenya memang mengikuti mekanisme harga pasar. Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik atau turun, nah mau tidak mau BBM nonsubsidi ini harus mengikuti itu, mengikuti sesuai dengan harga keekonomiannya," jelasnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pasar ini harus diterapkan demi menjaga kesehatan keuangan badan usaha.

Sebab, apabila dipaksa menjual di bawah harga modal saat minyak dunia sedang melambung, pasokan BBM di SPBU bisa terancam langka.

"Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM nonsubsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya."

"Kalau tidak, ini akan mempengaruhi keberlanjutan atau keberlangsungan pengadaan energi nasional," tutur Dwi Anggia.

Janji Bahlil

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bicara soal perintah Presiden Prabowo Subianto usai harga BBM nonsubsidi naik, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat hadir dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke-XVIII di Bandar Lampung, Lampung.

Sesuai perintah Prabowo, Bahlil berjanji harga BBM dan LPG subsidi tak akan naik.

"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden," tegas dia, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Bahlil mengatakan, sebagai Menteri ESDM, ia mendapat perintah dari Prabowo untuk membuat kebijakan yang pro negara dan rakyat.

Perintah itu, kata Bahlil, berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945 tentang perekonomian nasional.

"Sebagai Menteri ESDM, perintah Bapak Presiden kepada kami adalah bagaimana membuat arah kebijakan pengelolaan ekonomi negara yang berbasis sumber daya alam, haris berorientasi pada kepentingan negara dan rakyat yang merujuk pada napas Pasal 33 UUD 1945," tutur Bahlil.

Naiknya harga BBM nonsubsidi ini memicu aksi demonstrasi oleh mahasiswa dan masyarakat di sejumlah wilayah.

Pada Jumat (12/6/2026), BEM UI sempat menggelar aksi menuju Bundaran HI, namun diblokade polisi dan tentara sehingga tertahan di Jalan MH Thamrin.

Aksi berlanjut pada Senin (15/6/2026), tanpa BEM UI ikut serta, di berbagai wilayah, mulai Medan, Sumatra Utara; Jakarta; hingga Kota Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah mendesak pemerintah menurunkan harga BBM nonsubsidi.

Baca: Anggota DPR Sebut Anggaran Kemenpar Setahun Setara Satu Hari Program MBG

Baca: UMKM di Purwokerto Mulai Keluhkan Kenaikan Harga BBM Pertamax

(Tribunnews.com/Pravitri Retno Widyastuti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Janji Kementerian ESDM Harga Pertamax Bakal Turun: Pasti, Ketika Harga Minyak Dunia Turun

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved