Terkini Daerah

VIDEO: Pengakuan Pelaku AK Sebut Suaminya Tak Pernah Bekerja, AK: Saya Harus Tanggung Utangnya

Rabu, 4 September 2019 09:45 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Aulia Kesuma (AK), tersangka yang jadi dalang pembunuhan suaminya - Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54)- dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23), mengatakan suaminya itu tidak bekerja.

Aulia Kesuma juga mengaku, mereka sering bertengkar karena hal-hal sepele.

Menurut pengakuan Aulia Kesuma, Pupung Sadili tidak memiliki pekerjaan sejak mereka menikah tahun 2011.

Pembunuhan tersebut terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada 24 Agustus lalu.

Dalam wawancara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019), Aulia menyebutkan, dirinya harus membayar utang senilai Rp 10 miliar dari usahanya sendiri.

"Pak Edi itu orangnya enggak pernah kerja. Memang saya yang harus menanggung utangnya itu. Sedangkan dia enggak mengerti sama sekali, dia enggak pernah ada niat untuk mencari kerja," kata Aulia Kesuma sambil terisak menahan tangis.

Aulia Kesuma sempat stres dan memiliki niat untuk bunuh diri karena harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta per bulan.

Aulia Kesuma telah berhutang ke dua bank sejak tahun 2013. Uang hasil pinjaman itu digunakan untuk membuka usaha restoran.

Aulia Kesuma menambahkan, ia dan suaminya sering terlibat cekcok.

Salah satu sumber percekcokan adalah soal pergaulan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana.

"Bapak Edi selalu mem-protect kesalahan Dana. Dia enggak mau anaknya dianggap salah. Saya ngomong seperti ini bukan untuk membela diri, tapi tolonglah jangan judge (menhakimi) saya. Coba kalian menjadi saya satu hari saja, bagaimana rasanya," ujar Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma juga tampak menangis saat mengaku pernah sempat membuka usaha warteg di kawasan Blok M.

Hal itu dilakukan karena menurutnya saat itu sudah sama sekali tidak ada penghasilan.

"Saya sempat buka usah warteg di Blok M, Pak Edi tuh gak pernah kerja nanti tolong saya mohon orang yang pernah kerja sama saya bantu saya untuk jadi saksi selama ini selama menikah tidak pernah bekerja yang cari uang itu saya," kata Aulia Kesuma sambil menangis.

Aulia Kesuma juga menyebutkan, aset Pupung Sadili hanya dua rumah di kawasan Lebak Bulus saja.

Aulia Kesuma mengaku pernah meminta secara baik-baik pada Pupung Sadili untuk menjual salah satu rumahnya.

"Aset cuma dua rumah itu, saya minta baik -baik ke pak Edi, tolong rumah sebelah dijual supaya bisa hidup damai tidak punya utang, 'apa-apaan sih lu main jual aset gua aja, enak aja lu, kalau lu punya utang yang lu tanggung jawab', dia sama sekali gak merasa, dia sebagai suami tanggung jawabnya apa," kata Aulia Kesuma masih terus menangis.

Aulia Kesuma menyebutkan bahwa utang tersebut juga di antaranya diminta oleh Edi Chandra Purnama sendiri untuk membuka usaha restoran.

"Pak Edi yang minta untuk biaya restorannya, pak Edi tidak bisa mengajukan pinjamannya," kata Aulia Kesuma.

"Ada orang restorannya tau kok bahwa memang yang minta utang karena gak bisa lagi bayar gaji karyawan Rp 50 juta setiap bulan," tambah Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma juga mengatakan Edi Chandara Purnama juga termasuk menikmati uang pinjaman bank tersebut.

"Setiap hari dia duduk manis di rumah, makan, pegang handphone pergi sana sini sama temannya," kata Aulia Kesuma.

Bahkan Aulia Kesuma menyebut bahwa M Adi Pradana atau Dana pernah tersandung kasus narkoba.

Menurut Aulia Kesuma Edi Chandra Purnama menggunakan uang pinjaman itu juga untuk menyelesaikan kasus yang menjerat Dana.

"Anaknya sempat kena kasus narkoba 3 kali tuh siapa uangnya dari mana gitu kalau bukan dari situ," kata Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma menjelaskan bahwa dirinya dengan Dana memang tidak punya masalah apa-apa.

Aulia Kesuma menilai sikap Dana mulai berubah semenjak tersandung kasus narkoba.

"Kalau Dana tidak ada masalah sama saya, saya sayang, cuma sejak dia kena kasus narkoba sampe tiga kali dia memang udah berubah, " kata Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma mengaku menyimpan bukti yang menunjukkan bahwa Dana pernah berniat untuk membunuh ibu tirinya

"Dan saya punya bukti chatnya, saya ancam pak Edi kalau saya kesel saya bisa laporin ke polisi, bahw disitu Dana pernah punya niat membunuh saya karena dia udah gak suka," kata Auliaa Kesuma.

"Waktu saya hamil Rena, Dana sampai bilang 'idup gua ancur gara-gara perempuan itu'," kata Aulia Kesuma.

Aulia Kesuma berujat Edi Chandra Purnama atau Pupung Sadili selalu membeli M Adi Pradana, apapun kesalahannya.

"Pak Edi selalu memprotect, kesalahan Dana selalu benar, dia tidak mau anaknya salah, jangan judge saya coba sekarang kalian menjadi saya satu hari saja gimana rasanya," kata Aulia Kesuma kembali menangis.

Sementara itu, sebelumnya kakak kandung Pupung Sadili, Asoka Wardhana menyebut kalau adiknya itu ikut membiayai kuliah kedua anak tirinya.

Bahkan ia mengaku kaget kalau adik iparnya itu sampai memiliki utang sebanyak Rp 10 M, sebab tidak ada tanda-tanda mereka seperti orang yang memiliki utang banyak.

"Sama sekali tidak tahu soal utang Rp 10 M, tidak ada mobil berjejer, tidak ada penampilan yang wah," katanya.

Bahkan ia mengungkap kalau selama ini Pupung Sadili banting tulang untuk menyekolahkan dua anak tirinya itu.

"Kalau pupung sih sederhana penampilannya biasa saja tidak menunjukkan dia punya uang, justru dia di awal babak belur untuk menyekolahkan Kevin dan Angel sampai berhasil sampai sarjana dan bisa bekerja layak, kalau ujungnya harus berakhir tidak terduga ya saya juga tidak mengerti apa yang mendasari pikiran para pelaku ini, saya nggak ngerti.

Ia pun tak habis pikir dengan keputusan Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin untuk menghabisi Pupung Sadili dan M Adi Pradana.

"Kalau emang ingin harta warisan, mungkin saja, tapi apa dengan cara demikian harus dilakukan, saya tidak terpikir kok bisa terlintas di pikiran seorang istri dan anak atau keponakan pada saat itu," jelasnya.

Ia juga menyebut kalau selama ini dirinya tak pernah mendengar ada masalah besar dalam rumah tangga adiknya.

"Cekcok besar tidak pernah ngadu, kesulitan ekonomi juga tidak pernah terdengar, jadi kita pikir rumah tangga mereka fine-fine saja," katanya.

Karena merasa terlilit urang, Aulia Kesuma memberanikan diri untuk meminta Edi menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Uang hasil penjualan rumah itu rencananya akan digunakan untuk membayar utang.

Namun, Edi tak mengizinkan Aulia Kesuma menjual rumah di Lebak Bulus tersebut.

Aulia Kesuma jadi merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya pada Juli 2019.

Awalnya Aulia Kesuma ingin menghabisi nyawa suami dan anak tirinya dengan cara disantet.

Aulia Kesuma meminta dukun santet lewat suami dari mantan asisten rumah tangganya yang berinisial RD.

Ia memberikan bayaran Rp 40 juta kepada RD untuk jasa dukun santet tersebut.

Namun rencana penggunaan dukun santet itu tak berhasil.

Aulia Kesuma lalu beralih ke rencana kedua yaitu membunuh suami dan anak tirinya dengan dengan cara ditembak menggunakan senjata api.

Aulia Kesuma kembali meminta bantuan RD untuk mencarikan senjata api sekaligus pembunuh bayaran.

Rencana kedua itu juga gagal karena Aulia Kesuma tak mampu membeli senjata api senilai Rp 50 juta.

Setelah dua rencana sebelumnya gagal, Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh Edi dan Dana dengan cara diracun dan dibakar.

Aulia Kesuma meminta bantuan keponannya, KV, dan dua pembunuh bayaran berinisial S dan A untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

Edi dan Dana pun dibunuh dengan cara diracun menggunakan 30 butir obat tidur jenis vandres di rumah di Lebak Bulus tersebut.

Setelah diracun, keduanya dibekap. Kedua korban yang sudah tewas kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat oleh Aulia dan KV, untuk dibakar di dalam mobil.

Namun perbuatan mereka terungkap.

Polisi menangkap Aulia Kesuma, KV, S dan A. Keempatnya dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (TribunnewsBogor / Vivi Febrianti)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Aulia Kesuma Sebut Suaminya Tak Kerja, Kakak Pupung: Dia Babak Belur Sekolahin Kelvin Sampai Sarjana

ARTIKEL POPULER:

Baca: Fakta Baru Tewasnya Anak dan Ayah di Sukabumi, Pembunuh Bayaran Justru Gagalkan Semua Perintah AK

Baca: Psikolog Ungkap Pribadi AK yang Bunuh Suami dan Anaknya, Sejak Muda Selesaikan Masalah secara Instan

Baca: Mantan Pembantu AK Ditangkap atas Pembunuhan Ayah & Anak di Sukabumi, Keterlibatannya Diselidiki

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews Bogor
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved