Nasional
Mobil Eks Ketua BEM UGM Dipasang GPS, Amnesty Internasional Sebut sebagai Intimidasi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pemasangan 2 alat pelacak GPS pada mobil Eks Ketua BM UGM 2025, Tiyo Ardianto mendapat kecaman keras dari Amnesty Internasional.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai temuan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivisme dan kebebasan berpendapat.
"Alat pelacak GPS ditemukan di kendaraan @tiyoardianto_, seorang aktivis mahasiswa. Bukan pengamanan—ini intimidasi. Pola yang sama berulang: pelacakan, disinformasi, intimidasi, kekerasan," tulis Usman.
Baca: Demo di Lampung Diwarnai Bakar-bakar Foto & Ban, Mahasiswa Desak Turunkan Harga BBM & Tegakkan HAM
Baca: Tolak Setop MBG! Gerindra Sebut Program Prabowo Itu Mulia, Nilai Dorong Ekonomi Lokal
Menurutnya, negara tidak boleh memandang kritik sebagai ancaman yang harus diawasi atau dibungkam.
"Negara tidak boleh membungkam kritik sebagai ancaman yang harus dilacak," lanjutnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Amnesty Kritik Dugaan Pemasangan Alat Pelacak pada Mobil Eks Ketua BEM UGM
Video Production: Titis TiaraDewi
Sumber: Tribunnews.com
Nasional
Demo Besar besaran, BEM UI Absen Unjuk Rasa di Bundaran HI Jakarta, Ini Alasannya
23 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.