Sabtu, 13 Juni 2026

Saksi Kata

Pengakuan Lengkap MAP: Cekik Mantan Kekasih di Hotel, Lalu Buang Jasad ke Bawah Jembatan

Jumat, 12 Juni 2026 18:32 WIB
Sriwijaya Post

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang wanita bersuami di sebuah hotel di Muara Enim akhirnya menemui titik terang.

Tersangka berinisial MAP, yang merupakan mantan kekasih korban, membeberkan secara gamblang kronologi hingga motif di balik aksi nekatnya menghabisi nyawa dan membakar jasad korban.

Rasa sakit hati karena merasa diremehkan dan diperas ditengarai menjadi pemantik utama emosi tersangka hingga tega melakukan tindakan keji tersebut.

Motif Pembunuhan: Tersinggung Disebut "Besar Mulut"

Berdasarkan pengakuan MAP saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, konflik antara dirinya dan korban memuncak di dalam kamar hotel nomor 19.

Tersangka mengaku emosinya tersulut setelah korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung harga dirinya sebagai seorang pria.

"Ah, kamu hanya besar mulut saja, katamu kamu benar-benar ingin menghidupi aku. Ini baru aku minta ponsel saja kamu tidak sanggup. Nah, di situlah emosi saya mulai memuncak, seolah-olah saya diremehkan," ujar MAP menirukan ucapan korban.

Setelah korban dipastikan meninggal dunia akibat dicekik, tersangka mengaku terus dihantui rasa bersalah dan gelisah.

Bahkan, korban sempat datang ke dalam mimpinya beberapa kali dengan kondisi yang mengenaskan.

"Sebelum jenazahnya ditemukan, dia datang menemui saya di dalam mimpi dengan kondisi tubuh terbakar. Itu terjadi pas malam takbiran menjelang Lebaran. Setelah saya tertangkap, dia datang lagi di dalam mimpi di ruang tahanan. Kondisinya sudah bersih, tidak terbakar lagi, tapi tatapan wajahnya saat itu terlihat sangat sedih sambil menangis," ungkapnya.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Telepon Minta Jemput

Hubungan antara MAP dan korban sendiri diketahui merupakan mantan sepasang kekasih.

Meski korban sudah memiliki suami, keduanya masih kerap berkomunikasi.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban menghubungi tersangka untuk meminta bantuan karena sedang bertengkar dengan suaminya.

"Korban menelepon saya, posisi kami saat itu berbeda tempat. Korban sedang berada di sebuah kafe di Muara Lawai, sedangkan saya di Islamic. Korban menelepon tujuannya meminta dijemput karena sedang ribut dan ada masalah dengan suaminya yang sama-sama pergi ke sana," cerita MAP.

Awalnya, MAP sempat menolak permintaan tersebut karena menghargai status korban yang pergi bersama sang suami.

Namun, setengah jam kemudian korban kembali menelepon dan mengaku nekat menghadang mobil sembarangan demi bisa pergi dari lokasi.

"Tiba-tiba sekitar jam 3 atau setengah 4 subuh, dia menelepon lagi dan bilang kalau dia mengarah ke hotel di tempat kejadian perkara (TKP). Saya angkat teleponnya, saya pikir kasihan juga kalau nanti tidak ada yang menemui, takutnya dia diapa-apakan oleh orang lain di jalan, makanya akhirnya saya temui," lanjutnya.

Bertemu di Kamar Hotel Nomor 19

Setibanya di area hotel, korban mengabari MAP bahwa dirinya sudah memesan kamar nomor 19 dan meminta tersangka langsung masuk untuk menyelesaikan pembayaran.

Setelah membayar, MAP masuk dan mendapati korban sudah berada di dalam.

Di dalam kamar, keduanya sempat berbincang mengenai masalah rumah tangga korban yang sedang retak, baik di rumahnya sendiri maupun kondisi keluarga di kampung halamannya.

Sebagai mantan kekasih, MAP mencoba memberikan nasihat agar korban menghadapi risiko berumah tangga tersebut.

Kebersamaan mereka berlanjut hingga siang hari.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban meminta MAP untuk memperpanjang sewa kamar satu malam lagi karena enggan pulang dan berencana mencari rumah kontrakan keesokan harinya.

Korban kemudian memberikan uang sebesar Rp250.000 kepada MAP untuk membayar sewa kamar sekaligus meminta tolong dibelikan baju ganti dan sabun mandi.

Candaan Berujung Maut karena Pengadaan iPhone

Sore harinya, setelah sempat tertunda karena cuaca panas, keduanya kembali mengobrol di atas kasur.

Di sinilah korban menagih komitmen MAP untuk menghidupinya jika ia benar-benar bercerai dengan suaminya.

MAP menyatakan kesiapannya, asalkan korban resmi berpisah terlebih dahulu agar nafkah yang ia berikan tidak sia-sia.

Namun, suasana berubah tegang saat korban meminta dibelikan sebuah ponsel pintar sebagai syarat awal sebelum ia mengurus perceraian.


Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pembunuhan & Bakar Jasad Mantan Pacar di Muara Enim, Sakit Hati Disebut Besar Mulut.(*)

Program: Saksi Kata
Sumber: Sriwijaya Post
Editor: Untung Sofa Maulana

#saksikata #tewas #pembunuhansadis #muaraenim #sumateraselatan #mantanpacar #kriminal #kejahatan

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Sriwijaya Post

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved