Sabtu, 13 Juni 2026

Terkini Nasional

Gaya Pidato Prabowo Dinilai Picu Resistensi Publik, Pengamat Bandingkan dengan Era Jokowi

Jumat, 12 Juni 2026 17:40 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memberikan kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan pidato Presiden Prabowo Subianto.

Pangi menilai akar masalah dari gelombang aksi demonstrasi yang pecah di Jakarta serta sejumlah daerah lain pada Jumat (12/6/2026) tidak semata-mata dipicu oleh faktor kebijakan semata.

Menurutnya, aksi penolakan terhadap kenaikan harga Pertamax maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi akibat kegagalan Presiden Prabowo dalam menjaga sentimen di tengah masyarakat.

Dalam hal menjaga perasaan publik, Pangi menilai sosok mantan Presiden Jokowi jauh lebih unggul dan memiliki kemampuan mumpuni jika dibandingkan dengan Presiden Prabowo saat ini.

Baca: Anggota DPR Heran Kopdes Merah Putih Jual Produk Pabrikan: Apa Bedanya dengan Indomaret-Alfamart?

“Jokowi itu kan ilmunya menjaga perasaan rakyat. Menjaga pencitraannya. Kerja Jokowi apa? Biasa aja, infrastruktur yang dibangun juga begitu-begitu aja,” ujar Pangi saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (12/6/2026).

Bagi Pangi, esensi utama seorang pemimpin di Indonesia terletak pada kemampuan memahami hati rakyat, di mana prestasi terbaik negara diukur dari sejauh mana pemerintah mampu membuat masyarakatnya merasa tenang.

Sebaliknya, Pangi melihat Presiden Prabowo kini terkesan kaku, keras, dan enggan memperbaiki pola komunikasinya dengan publik, sehingga memicu gelombang resistensi yang kuat.

“Presiden yang selalu ngeyel, presiden yang nggak mau memperbaiki cara berkomunikasinya dengan rakyatnya, yang tetap ngotot dengan cara-cara. Diingatkan kalau bahasa orangnya keras batu,” ungkap Pangi.

Ia juga menyoroti penggalan pidato Presiden Prabowo dalam acara Munhas Hipmi di Bandar Lampung pada Rabu (10/6/2026) lalu, yang sempat berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir, sebagai contoh pidato yang terlalu liar dan tidak terarah.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor Video: VP Magang Embun Fauqotussilfia

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved