Terkini Nasional
BMKG Ungkap Fenomena Bediding, Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
TRIBUN-VIDEO.COM - Musim kemarau mulai menunjukkan pengaruhnya di sejumlah wilayah Indonesia melalui kemunculan fenomena bediding, yakni kondisi udara yang terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Fenomena ini umum terjadi saat musim kemarau karena langit cenderung cerah dan minim awan, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari.
Selain itu, penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan relatif dingin dari selatan turut memperkuat penurunan suhu udara di berbagai daerah, khususnya wilayah dataran tinggi.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, masyarakat masih perlu bersiap menghadapi hujan.
Hal ini terjadi karena cuaca di Indonesia tidak hanya dipengaruhi pergantian musim, tetapi juga berbagai dinamika atmosfer regional yang masih aktif.
Gelombang atmosfer, sirkulasi angin, hingga kondisi udara yang labil masih mampu memicu pembentukan awan hujan, bahkan menghasilkan hujan dengan intensitas lebat di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa penurunan suhu udara mulai terasa di beberapa wilayah.
Suhu minimum tercatat mencapai 9,4 derajat Celsius di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 7 Juni 2026.
Sementara itu, kawasan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, mencatat suhu minimum 16,9 derajat Celsius pada 8 Juni 2026.
Bediding Muncul, Siang Hari Tetap Terasa Panas
Fenomena bediding membuat udara malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya.
Namun kondisi tersebut tidak berarti suhu sepanjang hari akan rendah.
Justru karena langit lebih cerah dan tutupan awan berkurang, radiasi matahari pada siang hari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih optimal.
Akibatnya, beberapa wilayah masih mengalami suhu maksimum yang cukup tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara lebih dari 35 derajat Celsius tercatat di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam ini menjadi salah satu ciri khas musim kemarau di Indonesia, terutama ketika pengaruh Monsun Australia semakin menguat.
Baca: Pakar Hukum Pidana Prof Hibnu Nugroho Nilai Foto di Ijazah Jokowi Tidak Sama dan Tidak Identik
Baca: Reaksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal Ultimatum BEM SI Bakal Demo Besar Reformasi Jilid II
(*)
Editor Video:Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
REAKSI BIN soal Ultimatum BEM SI akan Gelar Demo Reformasi Jilid 2 jika Gagal Perbaiki Ekonomi RI
13 jam lalu
Tribunnews Update
Jadi Sorotan! Dubes Baru Korea Utara Pidato Pakai Bahasa Indonesia, Lancar Sampaikan Komitmen Kerja
13 jam lalu
Tribunnews Update
Wamenlu Arif Beberkan Strategi RI Kurangi Ketergantungan Hormuz Lewat Pasokan Afrika dan Venezuela
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.