Jumat, 12 Juni 2026

TRIBUNNEWS ON FOCUS

[FULL] Naiknya Harga Pertamax Tanda Ekonomi RI Babak Belur, Pengamat: Kelas Menengah Bisa Anjlok

Kamis, 11 Juni 2026 19:49 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax tidak wajar.

Pasalnya, angkanya cukup tinggi dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Efriza khawatir keputusan ini akan diikuti oleh kenaikan komoditas lainnya di kemudian hari.

"Sekarang saja masyarakat sudah begitu khawatir. Bisa jadi bukan BBM nonsubsidi yang dinaikkan pemerintah, Tinggal menunggu tiga hal yang bisa jadi naik, BPJS, BBM subsidi, dan minyak goreng subsidi," kata Efriza dalam wawancara bersama Tribunnews pada Rabu (10/6/2026).

Baca: Menko Pratikno Tinjau Revitalisasi Sekolah di Bogor, Pemerintah Target Perbaiki 71.744 Sekolah

Baca: Dudung Abdurachman Dituding Punya Dapur MBG, Responsnya: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!

Ia yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi juga akan berdampak negatif pada ekonomi masyarakat.

"Ketika nonsubsidi naiknya brutal, mereka bisa jadi turun dari kelas atas/menengah anjlok ke kelas bawah," sambungnya.

Ia juga menyayangkan pemerintah yang tidak mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat soal adanya kenaikan harga Pertamax.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera menjelaskan kepada publik soal ini.

(Tribun-Video.com)

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Pertamax   #ekonomi   #babak belur   #Pengamat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved