TRIBUNNEWS ON FOCUS
[FULL] Naiknya Harga Pertamax Tanda Ekonomi RI Babak Belur, Pengamat: Kelas Menengah Bisa Anjlok
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax tidak wajar.
Pasalnya, angkanya cukup tinggi dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.
Efriza khawatir keputusan ini akan diikuti oleh kenaikan komoditas lainnya di kemudian hari.
"Sekarang saja masyarakat sudah begitu khawatir. Bisa jadi bukan BBM nonsubsidi yang dinaikkan pemerintah, Tinggal menunggu tiga hal yang bisa jadi naik, BPJS, BBM subsidi, dan minyak goreng subsidi," kata Efriza dalam wawancara bersama Tribunnews pada Rabu (10/6/2026).
Baca: Menko Pratikno Tinjau Revitalisasi Sekolah di Bogor, Pemerintah Target Perbaiki 71.744 Sekolah
Baca: Dudung Abdurachman Dituding Punya Dapur MBG, Responsnya: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!
Ia yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi juga akan berdampak negatif pada ekonomi masyarakat.
"Ketika nonsubsidi naiknya brutal, mereka bisa jadi turun dari kelas atas/menengah anjlok ke kelas bawah," sambungnya.
Ia juga menyayangkan pemerintah yang tidak mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat soal adanya kenaikan harga Pertamax.
Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera menjelaskan kepada publik soal ini.
(Tribun-Video.com)
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribun Video
LIVE UPDATE
Dampak Naiknya Harga BBM Nonsubsidi, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Banda Aceh-Aceh Besar
13 jam lalu
LIVE UPDATE
Warga Kabupaten Tangerang Keluhkan Lonjakan Harga Pertamax, Terpaksa Beralih ke Pertalite
13 jam lalu
LIVE UPDATE
Warga Merangin Tak Tahu BBM Pertamax 92 Naik Harga Rp 16.200, Khawatir Berdampak ke Rumah Tangga
13 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.