Tribunnews WIKI

Masjid Al Safar Rest Area Tol Cipularang

Selasa, 3 September 2019 11:21 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Masjid Al Safar merupakan sebuah masjid yang terletak di Rest Area Km 88 B, Tol Cipularang, Bandung, Jawa Barat.

Masjid digunakna sebagai sarana beribadah pengguna tol yang sedang melakukan perjalanan.

Pembanguan Masjid Al Safar juga sebagai bentuk upaya untuk mengembangkan kawasan rest area KM 88 B.

Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan.

Yang menarik, Masjid Al Safar memiliki arsitektur yang unik.

Meski demikan, Masjid Al Safar sempat menuai kontroversi karena bentuknya yang dianggap menyerupai simbol iluminati.

Masjid yang memiliki arsitektur modern ini didesain oleh gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil dan Tim Urbane.

 Desain

Masjid Al Safar memiliki luas area hingga 6687 m2.

Luas bangunan Masjid Al Safar sekitar 1411 m2.

Sisanya, dengan luas sekitar 5276 m2 digunakan sebagai taman, kolam, tempat wudhu, dan toilet.

Pembangunan Masjid Al Safar dimulai pada 11 Maret 2014.

Tiga tahun kemudian, tepatnya 19 Mei 2017, masjid ini diresmikan oleh Ridwan Kamil ketika masih menjabat sebagai Walikota Bandung.

Bentuk dasar Masjid Al Safar mengadopsi bentuk iket Sunda.

Masjid Al Safar menggunakan konsep asimetris dengan gaya arsitektur dekonstruksi.

Masjid ini memiliki eksterior tile segi empat dengan material berwarna abu-abu.

Pencahayaan masjid diatur sedemikian rupa agar menghasilkan pencahayaan yang baik.

Pemasangan lampu dinding diletakkan pada garis lipatan di antara dua bidang.

Lampu-lamu tersebut menjadi pencahayaan utama Masjid Al Safar ketika malam tiba.

Selain itu, Masjid Al Safar dikelilingi kolam dan taman.

Hal itu bertujuan agar lingkungan masjid menjadi lebih sejuk.

Total, Masjid Al Safar dapat menampung sekitar 1200 jamaah.

Kapasitas tersebut membuat Masjid Al Safar Rest Area Tol Cipularang ini menjadi masjid di Rest Area Tol terbesar se-Indonesia.

Kontroversi

Masjid Al Safar di Tol Cipularang ini sempat menjadi kontroversi.

Hal itu karena bentuk atau arsitektur masjid yang memuat bentuk segitiga.

Meski demikian, Ridwan Kamil selaku arsitek Masjid Al Safar menjelaskan bentuk masjid tidak memiliki hubungan dengan iluminati.

Ridwan Kamil mengatakan Masjid Al Safar dibangun dengan menggunakan teori lipat Folding Architecture.

Metode tersebut digunakan untuk mencari kekayaan geometri.

Selain itu, ia juga mengatakan keinginannya untuk menyumbangkan kemajuan seni dan arsitektur Islam.

Ia menambahkan, estetika Islam sangat kuat di geometri.

Oleh karena itulah desain masjid selalu berusaha baru dan geometri yang berbeda.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/A Nur)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul Masjid Al Safar

ARTIKEL POPULER:

Baca: 5 Masjid Ikonik di Selandia Baru yang Sering Dikunjungi Wisatawan

Baca: 5 Masjid Ikonik di Singapura yang Cocok Jadi Destinasi Wisata Religi

Baca: Masjid Menara Kudus, Masjid Bersejarah yang Dibangun Sunan Kudus Tahun 1549

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved