Mensesneg Prasetyo Hadi Tanggapi Ultimatum BEM SI Jateng 18 Hari Perkuat Rupiah
TRIBUN-VIDEO - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menanggapi ultimatum yang dilayangkan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional dalam waktu 18 hari.
Adapun desakan tersebut muncul setelah nilai tukar rupiah melemah hingga tembus Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat.
Menurut Prasetyo, persoalan ekonomi merupakan isu yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan pihak tertentu.
Prasetyo Hadi menegaskan, upaya pemulihan ekonomi membutuhkan proses yang melibatkan koordinasi lintas sektor dan berbagai kebijakan yang saling mendukung.
Meski demikian, Prasetyo menilai tuntutan yang disampaikan mahasiswa mencerminkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi nasional.
Ia mengatakan, pemerintah memandang aspirasi tersebut sebagai masukan yang positif dan konstruktif.
Prasetyo menyebut, semangat yang dibawa kalangan mahasiswa pada dasarnya merupakan dorongan agar seluruh elemen bangsa semakin giat bekerja dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada saat ini.
Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi tekanan ekonomi yang terjadi.
Berbagai kementerian dan lembaga terkait disebut terus berkoordinasi secara intensif guna merumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurut Prasetyo, kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi beragam faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dinamika global.
Sebab itu, penyelesaiannya membutuhkan strategi yang komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara cepat.
Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan optimisme bahwa berbagai langkah yang ditempuh pemerintah akan mampu meredam gejolak ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Ia menilai, koordinasi yang kuat antarlembaga serta kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Jawa Tengah memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah.
Tuntutan ini disampaikan saat mahasiswa menggelar demonstrasi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan pembakaran uang mainan rupiah sebagai simbol menurunnya nilai dan martabat mata uang nasional di hadapan mata uang asing.
Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Dolar AS Tembus Rp 18 Ribu, Perajin Tempe Bengkulu Pilih Kurangi Berat daripada Naikkan Harga
23 jam lalu
Tribunnews Update
Kejutan Bos BI! Luncurkan 2 Strategi Selamatkan Rupiah Naikkan Bunga Utang & Jaga Likuiditas
1 hari lalu
Terkini Nasional
Ancaman Purbaya! Kini Wajibkan Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Masih Dolar Saya Hajar!
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.