Tribunnews Update
Kasus 3 Santri Dibakar di Lombok Tengah, Polisi Periksa 5 Saksi Termasuk Pemimpin Ponpes
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pembakaran terhadap tiga santri di Lombok Tengah saat ini mulai diselidiki oleh polisi seusai dilaporkan oleh orangtua korban.
Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lombok Tengah kemudian memanggil pimpinan Pondok Pesantren Rusydah pada Senin (8/6/2026).
Pemimpin bernama Ahmad Muzakki Rahmatullah tersebut jadi saksi kelima yang diperiksa oleh penyidik terkait kasus yang terjadi pada November 2025 ini.
Adapun saksi lainnya terdiri dari orangtua korban, korban yang selamat, dan pengurus ponpes.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Brata Kusnadi dalam keterangannya mengatakan, pemeriksaan terhadap pemimpin ponpes agar mendapatkan petunjuk untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Sebelumnya penyidik juga telah melakukan olah TKP guna memastikan lokasi kejadian.
Dari olah TKP, polisi menemukan dan mengamankan barang bukti berupa sisa kertas mika yang terbakar di lokasi.
Untuk diketahui, kasus pembakaran santri ini jadi perhatian seusai video yang memperlihatkan korban luka beredar di media sosial.
Sebanyak dua korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu orang lainnya meninggal dunia.
Peristiwa ini bermula dari tindakan perundungan yang dilakukan terduga pelaku terhadap seorang korban.
Kemudian perundungan ini dilaporkan ke pihak ponpes dan membuat terduga pelaku ditegur.
Tak terima ditegur, terduga pelaku mengajak tiga korban ke ruangan bekas kamar ustaz yang tak digunakan dengan alasan membuat katapel.
Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku meminta seorang temannya membeli bensin dengan alasan untuk mengecat.
Saat berada di ruangan, para santri diduga membakar sejumlah sampah termasuk kertas mika yang diamankan penyidik sebagai barang bukti.
Api kemudian menyentuh tangan santri tersebut sehingga secara spontan dikibaskan dan mengenai barang lain.
Terduga pelaku lantas keluar ruangan saat api membesar, namun pintu diduga tertutup keras sehingga tiga korban yang masih di dalam ruangan menjadi terjebak.
Korban kemudian dievakuasi setelah santri lain mendengar teriakan minta tolong dan mendobrak pintu ruangan.
Terkait insiden ini, pihak ponpes menyatakan sudah bertanggung jawab terhadap para korban.
Pihak ponpes juga membantah tuduhan yang menyebut mereka mengancam korban akan memberikan denda adminitratif jika berani membongkar kasus ini.
Terkait laporan ke polisi, pihak pesantren menyatakan akan menghormati dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
(TribunVideo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Polisi Panggil Pimpinan Ponpes Terkait Kasus Pembakaran Santri
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Muna Salsabila
Sumber: Tribun Lombok
Tribunnews Update
Dituding Lepas Tangan soal 3 Santri Dibakar, Pihak Ponpes Bantah dan Klaim Sering Menjenguk
3 hari lalu
Tribunnews Update
Kasus 3 Santri Dibakar Senior di Lombok Tengah, Ayah Korban Kini Laporkan Ponpes ke Polisi
3 hari lalu
Tribunnews Update
Tangis Ibunda Santri yang Dibakar Seniornya di Lombok Tengah, Ungkap Anaknya Kini Malu
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.