Rabu, 10 Juni 2026

LIVE UPDATE

Balas Dendam! IRGC Ancam Israel Digempur Sepekan Penuh, Serangan Rudal Baru Permulaan

Senin, 8 Juni 2026 16:19 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

 

TRIBUN-VIDEO.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) hanya permulaan.

Teheran menegaskan serangan akan berlanjut selama sepekan jika Israel tidak menghentikan operasi militernya di Beirut, Lebanon.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan selama tujuh hari ke depan.

"Operasi ini bukanlah peristiwa yang berlalu begitu saja, melainkan awal dari serangkaian serangan berkelanjutan selama seminggu penuh," dikutip dari BBC, Senin (8/6/2026).

Iran mengklaim langkah itu merupakan respons atas serangan Israel di Beirut selatan.

Baca: Detik-detik Sistem Pertahanan Udara Israel Sibuk Cegat Rudal yang Diluncurkan Iran

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah Iran akan dibalas dengan yang lebih besar.

Teheran menyebut operasi tersebut sebagai peringatan keras bagi Israel.

Menurut Iran, serangan udara Israel ke pinggiran selatan Beirut telah melampaui batas yang dapat ditoleransi.

Karena itu Teheran menuntut penghentian penuh operasi militer Israel di Lebanon.

Iran juga menegaskan bahwa isu Lebanon menjadi bagian penting dalam setiap pembahasan perdamaian kawasan.

Teheran menyatakan kesepakatan apa pun di masa depan harus mencakup penghentian konflik di Lebanon.

Hal tersebut disebut tetap menjadi salah satu syarat utama Teheran dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Di pihak lain, Israel menilai serangan rudal Iran sebagai eskalasi serius.

Baca: Israel Diserang Rudal Iran, Donald Trump akan Telepon Netanyahu Wanti wanti Tak Lakukan Balasan

Pemerintah Israel menegaskan akan memberikan respons terhadap tindakan tersebut.

Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan militer siap melancarkan serangan balasan begitu mendapat persetujuan kabinet perang.

Israel menegaskan tidak akan membiarkan serangan Iran berlalu tanpa respons.

Beberapa jam setelah ancaman tersebut disampaikan, IDF mengumumkan serangan terhadap target militer Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut.

Informasi itu disampaikan melalui unggahan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di platform X.

Media pemerintah Iran kemudian melaporkan ledakan terdengar di Teheran, Isfahan, dan Tabriz.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunda aksi balasan terhadap Iran.

Dikutip dari Axios, Trump disebut menghubungi Netanyahu melalui telepon.

Dalam percakapan tersebut, Trump disebut meminta Israel untuk tidak melancarkan serangan balasan.

Menurut pejabat tersebut, Netanyahu setuju menunda respons militer untuk sementara waktu. (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Serangan Baru Permulaan, Iran Akan Bombardir Israel Seminggu Penuh


Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Anggraini Puspasari


#viory #IRGCBalasDendam #AncamanIran #KonflikIranIsrael #RudalTeheran #TimurTengahMembara #EskalasiMiliter #PerangRegional #GeopolitikGlobal #SiagaPerang #Juni2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved