Kamis, 11 Juni 2026

Tribun Video Update

Ekonom Senior Sampaikan Surat Terbuka kepada Prabowo Subianto, Buntut Anjloknya Nilai Tukar Rupiah

Jumat, 5 Juni 2026 20:30 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ekonom senior Ferry Latuhihin menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.

Terkhusus, tentang anjloknya nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Mengutip Tribunnews pada (5/6), surat terbuka itu dilontarkan oleh Ferry di kanal YouTube miliknya, Kamis, (4/6/2026).

Lebih tepatnya, Ferry menyatakan bahwa ia tetap mengonfirmasi dan sangat yakin bahwa nilai tukar dolar berpotensi bergerak ke arah Rp20.000, yang kemungkinan terjadi pada bulan ini.

“Saya tetap konfirmasi, ya. Saya tetap sangat yakin bahwa dolar berpotensi ke arah Rp20.000. Mungkin bulan ini,” ujar Ferry di kanal YouTube miliknya, Kamis, (4/6/2026).

Mantan anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran tersebut mengungkapkan bahwa tekanan bertubi-tubi terhadap rupiah maupun harga saham disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak ramah terhadap pelaku pasar.

“Tapi masalahnya PT DSI over gitu, loh. Yang diperlukan adalah supervisory body, yaitu badan pengawas untuk mengawasi ekspor kita apakah ada permainan transfer pricing atau underinvoicing.”

Baca: Rupiah Anjlok Tembus Rp18 000, Kepala Bakom Sebut Prabowo Bakal Sikapi Pelemahan Rupiah

Selain itu, ia juga menilai bahwa pemerintah telah membuat banyak blunder dalam mengambil keputusan.

“Yang menyebabkan tekanan begitu bertubi-tubi terhadap rupiah maupun harga saham adalah kebijakan-kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak welcome terhadap para pelaku pasar. Pemerintah bikin banyak sekali blunder,” ungkap Ferry yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Selain itu, Ferry juga menjelaskan ketidakyakinannya terhadap angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen.

Di mana, yang ia sebut sebagai hasil "doping" karena adanya lonjakan pengeluaran pemerintah sebesar 21,81 persen secara tahunan (year on year).

“Tidak yakin karena apa? Angka 5,61 persen itu akibat doping. Karena adanya doping, pengeluaran pemerintah year on year naik 21,81 persen,” ujar Ferry menjelaskan.

Sementara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia meluruskan bahwa proyek tersebut bukannya dibubarkan, melainkan hanya sekadar pergantian kepemimpinan dari Dadan Hindayana ke Nanik S. Deyang.

“Bukannya proyek MBG dibubarkan, ini cuma sekadar ganti orang dari Dadan Hindayana ke Nanik S. Deyang,” katanya.

Baca: [FULL] Korupsi Guncang MBG, Pengamat Ingatkan Prabowo: Jangan Sampai Jadi Alat Kartel Elite Politik

Ia menyarankan jika program MBG ingin diteruskan, anggarannya harus dirasionalkan dengan memetakan daerah mana saja yang benar-benar membutuhkan, karena program tersebut tidak harus mencakup seluruh 83 juta siswa.

“Kalau mau [MBG] diteruskan, dirasionalkan anggarannya, daerah-daerah mana yang membutuhkan MBG. Enggak semua 83 juta siswa itu,” katanya.

Terakhir, Ferry menegaskan bahwa masalah utama saat ini adalah adanya ketidakpercayaan (distrust) terhadap rezim yang sedang berjalan.

Ia mencontohkan hal tersebut bahkan terlihat dari perkara kecil, seperti bagaimana kurban sapi yang dilakukan oleh Presiden sempat menjadi perdebatan atau disengketakan.

“Masalah kita adalah masalah distrust, masalah ketidakpercayaan terhadap rezim ini. Kita lihat misalnya kemarin dari hal-hal kecillah, bagaimana kurban sapi yang dilakukan Pak Presiden itu jadi disputed,” ucap dia.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rupiah Ambrol, Ferry Latuhihin Sampaikan Surat Terbuka untuk Prabowo: Pemerintah Bikin Blunder

#SuratTerbukaPrabowo #RupiahAnjlok2026 #EkonomSeniorKritikPrabowo #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesiaHariIni #PresidenPrabowoSubianto #KrisisRupiah #DolarNaik #BeritaEkonomi #BreakingNews

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Hadiyya QurrataAyyuun
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUN VIDEO UPDATE   #Prabowo   #ekonom   #Rupiah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved