Tribunnews Update
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jemaah Haji Indonesia
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan penerapan skema tanazul bagi 50 persen jemaah haji Indonesia saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Tanazul merupakan mekanisme yang memungkinkan jemaah haji tidak menginap di tenda Mina dan kembali ke hotel setelah melaksanakan lempar jumrah, terutama bagi mereka yang tinggal dekat hotel di Mina.
Baca: Haru! Jemaah Haji Asal Malang Wafat 30 Menit Jelang Landing di Indonesia, Diduga Serangan Jantung
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat di kantor daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (4/6/2026).,
Menurut Irfan, pihak Arab Saudi menilai skema tanazul dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan jemaah saat puncak haji, terutama di Mina yang memiliki keterbatasan kapasitas.
"Dr. Abdul Fattah Mashat menyampaikan kalau bisa 50 persen (jemaah) ditanazulkan di Mina, mereka akan mempertimbangkan," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH).
Baca: Momen Wamenhaj Lepas Kepulangan Jemaah Haji dari Arab Saudi ke Tanah Air, Ingatkan Aturan Bagasi
Ia menjelaskan, kepadatan di Mina selama ini menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pasalnya, area tersebut memiliki luas yang terbatas, sementara harus menampung jutaan jemaah dari berbagai negara.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan secara teknis penerapan skema tanazul yang lebih luas pada musim haji mendatang.
"Itu artinya ke depan kemungkinan kami mencoba untuk secara teknis mempertimbangkan mentanazulkan lebih banyak jemaah haji kita. Itu akan mengurangi kepadatan di Mina," ujarnya.
Baca: Menhaj Terkesan, Jemaah Haji Lansia Bawa 6 Boneka Onta dari Arab Saudi untuk Cucu di Tanah Air
Dahnil menambahkan, perluasan skema tanazul juga akan berkaitan dengan penyediaan akomodasi bagi jemaah di kawasan Syisyah dan Raudhah yang berada di dekat Mina.
Dengan lebih banyak jemaah yang kembali ke hotel setelah melontar jumrah, kebutuhan penginapan di wilayah tersebut akan menjadi salah satu aspek yang harus dipersiapkan secara matang.
Sebelumnya, dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sebanyak 20 ribu jemaah haji Indonesia menjalani tanazul.
Dalam skema ini, jemaah haji tidak menginap di tenda Mina melainkan kembali hotel di hotel dekat area Jamarat atau lokasi lontar jumrah setelah melempar Jumrah Aqabah.
Baca: Momen Jemaah Haji Sidrap Singgah di Masjid Maros, Ganti Baju Bling-bling dan Pakai Perhiasan Emas
Awalnya pemerintah Indonesia mengajukan skema tanazul untuk 80 ribu jemaah kepada pemerintah Arab Saudi. Namun, jumlah yang disetujui hanya 20 ribu jemaah. (*)
Baca juga berita terkait di sini
Videografer: Sri Juliati
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribun Video
Terkini Nasional
WASPADA Cuaca Ekstrem, BMKG Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 6 Juni 2026
5 hari lalu
Tribunnews Update
Pengacara Protes soal Framing OTT Silmy Karim: Tidak Pernah Dipanggil, Tapi Disebut Sulit Dicari
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Siap Luncurkan Serangan Balasan ke Israel, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hizbullah Lebanon
5 hari lalu
Tribunnews Update
Penjelasan KPK soal Penggeledahan Rumah Silmy Karim: Lengkapi Bukti Kasus Korupsi Keimigrasian
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.