Viral
TEROR API BELUM BERAKHIR! Hampir 100 Titik Api Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Keluarga korban 'teror api' di Seyegan Sleman merasa saat ini sangat membutuhkan blower untuk mengusir gas yang diduga menjadi pemicu munculnya api misterius di rumah tersebut.
Pasalnya, fenomena aneh kebakaran berulang di rumah Agusyani, di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, itu belum berhenti.
Total 97 api per Kamis sore
Hingga Kamis (4/6/2026) sore, atau hampir dua pekan, total kemunculan letupan api telah mencapai 97 kejadian.
Peristiwa ini melumpuhkan usaha pemotongan ayam milik keluarga korban, dan memaksa penghuni rumah harus tetap siaga sepanjang hari.
Anak Agusyani, Mutfiana mengungkapkan, kerugian materiil akibat kerusakan fisik bangunan maupun barang-barang yang terbakar saat ini diperkirakan menembus angka Rp 70an juta rupiah.
Sebab, dalam peristiwa ini memaksa keluarga membongkar keramik, saluran paralon dan septitank yang semula dicurigai sebagai biang kerok kemunculan gas metana.
Dinding rumah dan perabotan juga hangus terbakar. Nilai kerugian tersebut belum termasuk akibat berhentinya roda perputaran usaha.
Baca: Teror Api Tak Kunjung Padam di Rumah Agusyani, Tim Ahli Pastikan Bukan karena Mistis
"Belum (termasuk penurunan omset usaha). (Jumlah ini) karena kemarin dibongkar septitanknya, tembok-temboknya, keramiknya dan lain sebagainya," kata dia.
Kerugian juga menghitung pengisian ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Semula penggantian alat pemadam api ini menggunakan biaya pribadi, sebelum akhirnya ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Fia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyarankan agar lokasi usaha direlokasi sementara demi mempermudah proses penelitian ilmiah oleh tim ahli.
Pengosongan rumah ini dinilai penting mengingat adanya dugaan kandungan gas hidrogen di area tersebut.
Fia mengaku mau direlokasi asalkan tidak jauh dari rumah. Misalnya direlokasi di ruko sebelah rumah.
Jika direlokasi di sana, ia berencana mendirikan tenda usaha darurat di dekat ruko agar tidak kehilangan pelanggan yang sudah dibangun dari nol.
Baca: Keluarga Agusyani Kena Mental Gegara Teror Api, BPBD Sleman Siapkan Opsi Tanggap Darurat Khusus
Kebutuhan mendesak: blower
Sedangkan terkait kebutuhan mendesak yang diharapkan keluarga korban saat ini adalah alat penghalau gas.
"Yang paling kami butuhkan saat ini adalah blower atau kipas angin besar untuk menghalau gas," ujarnya.
Kemunculan titik api secara tiba-tiba di rumat Agusyani ini sudah sangat meresahkan.
Dampaknya tidak hanya materi, tetapi juga menguras kondisi fisik dan psikis penghuni rumah.
Penghuni orang yang tinggal di rumah tersebut terpaksa harus berjaga bergantian selama 24 jam penuh bersama warga dan para relawan.
"Paling lama kami bisa tidur hanya 3 jam, itu pun bergantian. Tensi darah naik, kurang tidur, kurang makan, dan asupan gizi jadi tidak teratur," ungkapnya.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku sedikit lega karena bantuan dari warga sekitar, keluarga, Pemerintah dan peralatan APAR dari Damkar mulai mengalir.
Keluarga korban juga mengaku mendukung jika rumahnya dijadikan lokasi penelitian lebih lanjut oleh tim ahli lintas sektor agar penyebab pasti kebakaran berulang ini segera terungkap secara pasti.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Teror Api di Seyegan Belum Berhenti, Korban Butuh Blower untuk Halau Gas
# TEROR API # Hampir # Titik Api # Muncul # Rumah # Seyegan # Sleman # API #
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribun Jogja
Live Tribunnews Update
100 Titik Api Muncul dalam 2 Pekan di Rumah Warga Seyegan Sleman, Keluarga Agusyani Berjaga 24 Jam
6 jam lalu
Terkini Nasional
Penampakan Rumah Dadan Hindayana di Sentul Bogor Sepi Aktivitas setelah Digeledah Kejagung
7 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.