Senin, 8 Juni 2026

Terkini Nasional

Sederet Kontroversi Dadan Hindayana sebelum Dicopot dari Kepala BGN, Pernah Main Golf saat Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 08:45 WIB
Tribun Batam

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto setelah mencatatkan sederet rekam jejak kontroversial selama memimpin lembaga baru tersebut.

Keputusan perombakan besar-besaran di tubuh pimpinan BGN ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Istana Negara pada Selasa (2/6/2026) malam.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam selama hampir 1,5 tahun jalannya pemerintahan, posisi Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN kini resmi digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Mensesneg Prasetyo Hadi memaparkan bahwa keputusan pencopotan Dadan beserta dua orang Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, didasari oleh catatan buruk terkait masalah kedisiplinan serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP. Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," jelas Prasetyo.

Sebelum akhirnya resmi diberhentikan di tengah sorotan tajam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dadan Hindayana tercatat setidaknya memiliki 7 rekam jejak kontroversi yang memicu polemik di tengah masyarakat.

Kontroversi pertama mencuat saat Dadan mengklaim konsumsi susu 2 liter per hari menjadi rahasia tinggi badan anaknya. Pernyataan itu langsung dimentahkan secara keras oleh pakar kesehatan, dr. Tan Shot Yen, yang menyebut klaim tersebut menyesatkan.

Kedua, Dadan sempat memicu perdebatan publik usai mengusulkan wacana penggunaan ulat sagu atau serangga sebagai sumber protein lokal untuk menu makanan program MBG di daerah tertentu.

Kontroversi ketiga terjadi ketika Dadan mengaitkan performa Timnas Indonesia dengan kualitas gizi pemain yang dianggapnya kurang karena mayoritas berasal dari kampung. Ucapan ini langsung dikritik tajam oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Baca: Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN Baru Gantikan Dadan Hindayana: Strict dan Tegas

Keempat, Dadan dinilai tidak sensitif oleh Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta lantaran menganggap kasus keracunan massal yang menimpa siswa dalam program MBG hanya terjadi pada "sebagian kecil" siswa saja.

Kelima, ia sempat terseret polemik dugaan pembengkakan anggaran operasional setelah video fasilitas kendaraan motor dinas untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial.

Keenam, publik sempat menghujat Dadan setelah video dirinya kepergok sedang bermain golf beredar luas di saat wilayah Sumatra tengah dilanda bencana alam, meski ia berdalih kegiatan tersebut ditujukan untuk penggalangan donasi.

Terakhir, kontroversi genting berkaitan dengan janji manis Dadan yang menyatakan akan mengangkat seluruh jajaran kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan menjadi ASN PPPK secara otomatis.

Melalui langkah perombakan struktural ini, publik kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang untuk membenahi tata kelola BGN serta menyukseskan program prioritas nasional tersebut.

(Tribun-Video.com/TribunBatam.id)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribun Batam

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved