Kamis, 4 Juni 2026

LIVE UPDATE

Iran Berhenti Bermain Aman dan Ubah Gaya Perang, Setiap Serangan AS Dibalas 1,5 Kali Lebih Kuat

Kamis, 4 Juni 2026 14:21 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone.

Situasi ini membuat harapan menuju perdamaian jangka panjang semakin dipertanyakan.

Eskalasi terbaru terjadi setelah AS menyerang sebuah kapal tanker.

Washington menilai kapal itu berusaha menerobos blokade menuju pelabuhan Iran.

Di Kuwait, serangan drone dilaporkan menghantam bandara internasional.

Pemerintah Kuwait menyebut kerusakan yang terjadi cukup besar.

Aktivitas penerbangan sempat dihentikan sementara.

Baca: Gara-gara Tampung Pasukan AS, Kuwait Kini Musuhan dengan Iran seusai Bandaranya Hancur Kena Rudal

Beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Kuwait mengecam aksi itu dan menyalahkan Iran.

Sementara itu, media yang dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis video ledakan.

Video tersebut diklaim memperlihatkan serangan terhadap fasilitas militer AS.

Namun militer Amerika membantah klaim tersebut.

Menurut CENTCOM, seluruh drone berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

Mereka juga menyatakan tidak ada korban maupun kerusakan aset.

Sebelumnya, AS mengaku menembakkan rudal Hellfire ke kapal Lexie.

Kapal berbendera Botswana itu disebut sedang menuju pelabuhan Iran.

Baca: Porak Poranda! Bandara Kuwait Rusak Parah Diserang Drone Iran, 1 Orang Tewas & 63 Terluka

Washington juga mengaku menyerang target di Pulau Qeshm.

Pulau tersebut berada di kawasan strategis Selat Hormuz.

Wilayah itu menjadi pusat perhatian karena jalur energi dunia melintas di sana.

CENTCOM bahkan merilis rekaman serangan terhadap kapal tanker.

Militer AS menuduh awak kapal mengabaikan peringatan berulang kali.

AS menyebut seluruh operasi dilakukan untuk mempertahankan diri.

Di sisi lain, Iran mengaku menyerang berbagai target militer AS.

Serangan itu disebut menggunakan kombinasi rudal dan drone.

AS juga menuduh Iran meluncurkan rudal ke arah Bahrain.

Namun seluruh rudal disebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.

Meski gencatan senjata masih dinyatakan berlaku, situasi tetap rapuh.

Serangan terbaru menunjukkan konflik belum benar-benar mereda.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio masih membuka peluang kesepakatan.

Donald Trump juga kembali mendesak Iran untuk bernegosiasi.

Ia menilai kebuntuan yang berlangsung selama puluhan tahun harus diakhiri.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS terus meningkatkan tekanan militer.

Baca: Mencekam! Bandara Kuwait Meledak Dahsyat Dihantam Drone dan Rudal Iran

Targetnya mencakup drone, peluncur rudal, hingga kapal yang dicurigai membawa ranjau.

Sejumlah analis menilai pola serangan kini semakin berbahaya.

Menurut sumber yang dikutip pengamat Trita Parsi, Iran mengubah strateginya.

Teheran disebut tidak lagi membalas dengan kekuatan yang setara.

Setiap serangan kini diklaim dibalas dengan daya yang lebih besar.

Parlemen Iran menyebut proses diplomasi masih berada di bawah arahan pemimpin tertinggi.

Teheran juga menegaskan bahwa seluruh negosiasi harus mengikuti batas yang telah ditetapkan.


Artikel ini telah tayang di NewsWeek dengan judul, US, Iran Exchange Missiles And Drone Strikes, Endangering Tense Ceasefire

 


Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain

 

#viory #DoktrinPerangIran #IRGC #KonflikTimurTengah #MiliterAS #GardaRevolusi #GeopolitikGlobal #SelatHormuz #StrategiMiliter #KrisisEnergiDunia #WarUpdate #Juni2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Yustina Kartika Gati
Videografer: Rifqi Khusain
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved