Kamis, 4 Juni 2026

Tribunnews Update

Respons Keras China seusai Rudal Hantam Bandara Kuwait, Minta AS-Iran Hormati Gencatan Senjata

Kamis, 4 Juni 2026 09:56 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - China mengaku prihatin dengan meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Hal ini menyusul serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6/2026).

Dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyampaikan sikap.

Ia meminta Iran dan AS untuk menghormati gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Baca: BREAKING NEWS: Wamen Imipas Silmy Karim Jadi Tersangka Pengurusan Izin WNA seusai Serahkan Diri

Menurut Mao, penyelesaian konflik dapat dilakukan melalui cara diplomatik, bukan militer.

"China sangat prihatin dengan situasi saat ini. Dimulainya kembali permusuhan bukanlah kepentingan pihak mana pun," ujar Mao, dikutip dari Viory, Kamis (4/6/2026).

Sebelumnya, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.

Serangan ini merupakan balasan atas tindakan AS menyerang kapal tanker yang menuju Pulau Kharg.

Baca: 20 Pangkalan Militer AS Hancur Dibombardir Iran di Timur Tengah Buat Trump Khawatir

Selain itu, AS juga menyerang menara telekomunikasi Iran di Pulau Qeshm.

Tak lama kemudian, rudal menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait.

Serangan itu menewaskan satu orang dan puluhan lainnya terluka.

Iran mengklaim rudal yang menghantam bandara bukan berasal dari tembakannya, melainkan rudal Patriot AS.

Rudal Patriot diluncurkan untuk mencegat serangan Iran, namun gagal.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul, 'China sangat prihatin' - Juru bicara MOFA memperingatkan bahwa eskalasi terbaru AS-Iran tidak menguntungkan pihak mana pun.

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribun Video

Tags
   #China   #rudal   #Kuwait   #Amerika Serikat   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved