Kamis, 4 Juni 2026

LIVE UPDATE

Drone dan Rudal IRGC Sasar Markas Militer AS di Kawasan Teluk seusai Washington Serang Pulau Qeshm

Rabu, 3 Juni 2026 14:11 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

 

TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Timur Tengah kembali memanas di tengah upaya negosiasi yang belum menemukan titik terang.

Iran disebut meluncurkan serangan ke wilayah Kuwait dan Bahrain.

Di saat yang sama, Amerika Serikat melakukan serangan baru ke Pulau Qeshm di Iran.

Perkembangan ini menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak masa gencatan senjata dimulai.

Sebelumnya, militer AS mengaku menghentikan kapal yang menuju Iran dengan serangan rudal Hellfire.

Di jalur diplomatik, sinyal perundingan antara Teheran dan Washington masih terlihat terbuka.

Meski demikian, masa depan negosiasi dinilai masih sangat rapuh.

Baca: Rangkuman Konflik AS-Israel vs Iran: Menlu AS Diprotes saat Sidang Senat, Mojtaba Khamenei Membaik

Pihak Iran memperingatkan situasi dapat memburuk jika konflik Israel dan Lebanon terus meluas.

Sementara itu, pembicaraan antara Israel dan Lebanon dihentikan sementara untuk hari ini.

Negosiasi akan dilanjutkan kembali dalam pertemuan berikutnya di Amerika Serikat.

Pertemuan berlangsung setelah serangan saling balas antara Israel dan Hizbullah.

Di sisi lain, hubungan Washington dan Tel Aviv juga menjadi sorotan.

Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer di Lebanon selatan akan tetap berjalan.

Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump memberi sinyal berbeda terkait pergerakan pasukan Israel.

Sejumlah sumber menyebut komunikasi kedua pemimpin berlangsung cukup tegang.

Di kawasan Teluk, militer AS mengklaim berhasil menggagalkan serangan drone Iran ke Kuwait.

Baca: Insiden Maut Hajatan Khitanan di Bekasi, Rombongan Odong-odong Tersengat Aliran Listrik Kabel

CENTCOM menyatakan seluruh drone gagal mencapai target yang dituju.

Menurut mereka, tidak ada korban maupun kerusakan pada aset militer Amerika.

AS juga membantah klaim Iran terkait serangan ke Armada Kelima di Bahrain.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang sejumlah target Amerika.

IRGC menyebut serangan dilakukan sebagai balasan atas aksi militer AS sebelumnya.

Iran mengaku menargetkan fasilitas militer Amerika dan kapal di sekitar Selat Hormuz.

Namun Washington menegaskan seluruh serangan tersebut tidak mencapai sasaran.

AS juga menyebut telah menghancurkan fasilitas kendali militer Iran di Pulau Qeshm.

Serangan itu disebut sebagai langkah pertahanan diri.

Iran membalas dengan klaim peluncuran rudal dan drone ke beberapa target Amerika.

Menurut AS, rudal yang menuju Kuwait gagal mencapai sasaran.

Sedangkan rudal yang mengarah ke Bahrain berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

IRGC memperingatkan respons yang lebih keras jika serangan terhadap Iran berlanjut.

Baca: Iran Balas Dendam! Kapal Musuh Dilumat Habis hingga Serbu Markas: Jadi Serangan Balasan Agresif AS

Ketegangan kembali meningkat saat sirene peringatan berbunyi di Bahrain.

Warga diminta segera menuju lokasi perlindungan yang aman.

Tak lama sebelumnya, Iran mengklaim telah menyerang target militer di Kuwait.

Militer Kuwait mengatakan pihaknya sedang menghadapi ancaman rudal dan drone.

Media Iran kemudian mengklaim dua pangkalan udara yang digunakan AS ikut menjadi sasaran.

Hingga kini, perbedaan klaim dari kedua pihak masih terus berlangsung.

Situasi di kawasan pun tetap berada dalam kondisi yang sangat sensitif.

 

Artikel ini telah tayang di CNN dengan judul, Iran targets Kuwait and Bahrain as US conducts new strikes in latest test of peace talks

Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain

 

#viory #IRGCSerangAS #PulauQeshm #KonflikTimurTengah #GardaRevolusi #PangkalanMiliterAS #DroneKamikaze #KrisisTelukPersia #GeopolitikGlobal #SelatHormuz #WarWatch #Juni2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Yustina Kartika Gati
Videografer: Rifqi Khusain
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved