Selasa, 2 Juni 2026

Seskab Teddy Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Selasa, 2 Juni 2026 17:16 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memberikan tanggapan langsung terhadap kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Menjawab hal tersebut, Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan luar negeri yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo.

Dalam keterangannya yang diunggah pada laman YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (1/6/2026), Teddy mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh diplomat senior tersebut.

Namun Teddy menilai ada beberapa fakta di lapangan yang perlu diluruskan agar tidak memicu salah paham di masyarakat terkait efisiensi anggaran negara dan dinamika hubungan internasional.

Poin utama yang diluruskan Teddy adala perihal pembiayaan dinas luar negeri Presiden.

Menjawab kekhawatiran publik mengenai beban anggaran, Teddy menegaskan Presiden Prabowo berkomitmen penuh menggunakan dana pribadi jika terdapat pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara.

Selain masalah biaya, Teddy juga menepis anggapan kunjungan kerja luar negeri pada era pemerintahan saat ini membawa rombongan yang terlalu besar dan tidak efisien.

Ia membandingkan data jumlah delegasi saat ini yang diklaimnya jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan era ketika Dino Patti Djalal masih aktif di pemerintahan.

Teddy mengatakan, pada ero Dino Patti Djalal, perjalanan sekali ke luar negeri bisa membawa delegasi lebih dari 120 orang, sementara pada era Presiden Prabowo jumlah delegasi yang berangkat adalah 50 sampai maksimal 60 orang.

Teddy juga menanggapi masukan mengenai tata kelola waktu diplomasi, di mana muncul usulan agar jadwal kunjungan luar negeri idealnya dipersiapkan satu tahun sebelumnya.

Menurutnya, aturan kaku seperti itu sulit diterapkan mengingat situasi geopolitik saat ini menuntut respons yang cepat dan adaptif dari kepala negara.

Teddy juga menekankan intensitas pertemuan bilateral, baik yang bersifat seremonial maupun tertutup, merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna mengamankan kepentingan nasional di tengah berbagai krisis dunia.

Ia mengatakan, penentuan prioritas pertemuan sepenuhnya berada di bawah pertimbangan matang Presiden dan Menteri Luar Negeri.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

 

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved