Selasa, 2 Juni 2026

Terkini Daerah

Kebakaran Hebat di Kemayoran Jakarta Pusat, Warga Padat Penduduk Berlarian Selamatkan Diri

Selasa, 2 Juni 2026 08:06 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Kebakaran hebat dilaporkan melanda kawasan permukiman padat penduduk di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Insiden mencekam tersebut dengan cepat menghanguskan deretan bangunan dan menyisakan duka mendalam bagi warga setempat yang terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.

Salah seorang warga terdampak, Satib (54), mengaku dirinya sama sekali tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumahnya lantaran kondisi yang panik dan fokus utama hanya tertuju pada keselamatan jiwa istri dan putrinya.

Baca: Sandiwara Air Mata Palsu Tiga ART di Bogor yang Aniaya Sesama Pembantu Terbongkar

"Rumah saya di dalam. Tadi enggak ada barang yang diselamatkan. Cuma surat-surat aja ini," ungkap Satib kepada Tribunnews.com di lokasi kejadian, Senin.

Menurut penuturan Satib, petaka malam itu diduga kuat berawal dari titik api di salah satu kediaman warga yang membuka usaha warung makan.

Meskipun sempat beredar kabar burung bahwa insiden dipicu oleh kebocoran tabung gas, Satib menegaskan tidak mendengar adanya tanda-tanda dentuman sebelum kepanikan massal akhirnya pecah.

"Enggak ada suara ledakan sih. Jadi warga aja pada lari," katanya.

Baca: Kepanikan Pasien di RSUD Gowa saat Dilanda Kebakaran Hebat, Kepulan Asap Masuk IGD

Lebih lanjut, Satib sangat menyayangkan sikap dari pemilik warung makan tersebut yang dinilai terlambat meminta pertolongan kepada tetangga sekitar dan justru sempat berupaya menjinakkan api seorang diri.

"Baru pas api sudah mulai membesar, dia baru minta tolong ke warga yang lain," jelas Satib.

Keterlambatan respons itu berakibat fatal karena amukan si jago merah sudah terlanjur membesar dan melompat ke bangunan lain, diperparah dengan rapatnya jarak antar-rumah di kawasan padat tersebut.

Sambil terduduk lemas memandangi puing-puing rumahnya yang telah hangus, Satib meyakini dampak kerugian materiil ini sebenarnya bisa diminimalisir jika ada tindakan kolektif bersama warga sejak awal mula api menyala.

"Kalau dia (warga pemilik warung makan) minta tolong dari awal, mungkin masih bisa dicegah meluas apinya," keluh Satib lirih.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved