Tribunnews WIKI

Atlas & Co Kafe - Coffe Shop Tempat Komunitas Semarang

Sabtu, 31 Agustus 2019 18:37 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Jika sedang berada di Semarang, tidak ada salahnya untuk singgah ke kafe unik seperti Atlas & Co.

Kafe yang mulai beroperasi pada 2018 ini memiki koleksi piringan hitam serta buku-buku beragam.

Mirza, salah satu pemilik mengungkapkan awal mula terbentuknya Atlas & Co.

Atlas & Co berawal dari project activity untuk komunitas kreatif yang ada di Semarang bernama Atlas Room.

“Bagaimana berdirinya karena kita sebelumnya kita project activity untuk temen-temen komunitas kreatif di Semarang namanya adalah Atlas Room dan berjalan selama empat tahun,” ungkap Mirza keika dihubungi Tribunnewswiki.com via WhatsApp pada Rabu (28/8/2019).

Setelah empat tahun berjalan, mereka mulai melangkah untuk menjadikan Atlas Room ini sebuah tempat di mana dapat menampung event kreatif komunitas Semarang.

“Lalu setelah pergantian tim di tahun kelima kita pengen mewujudkan ‘room’ nya dengan nyata jadilah Atlas & co,” ujar pemilik.

Nama Atlas & Co sering dianggap sebagai atlas atau globe, namun sebenarnya mengandung singkatan terkait Kota Semarang.

Mirza mengungkapkan nama kafenya berasal dari dua perpaduan.

”Atlas dari slogan Kota Semarang ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat) & co artinya adalah dan bersama rekan-rekan atau kawan komunitas,” tulis Mirza melalui pesan WhatsApp.

Desain Bangunan

Atlas & Co mengadaptasi konsep coffe shop di Jepang.

Furniture kayu nampak mengisi setiap sudut ruangan yang ada di kafe ini.

Dilihat dari luar, bangunan Atlas & Co seperti rumah kaca sehingga ketika siang hari, memanfaatkan cahaya matahari sebagai pencahayan.

Sedangkan ketika petang menjelang malam, Atlas & Co dihiasi lampu-lampu kuning yang terkesan hangat.

Terdapat tiga bagian dari Atlas & Co.

Bagian luar atau outdoor, indoor, serta taman belakang.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lingkungan sembari melihat keadaan luar, kafe bergaya Jepang ini menyediakan meja di luar.

Pintu kaca yang menjadi pintu masuk terletak di samping bangunan.

Ketika masuk, pengunjung akan disambut oleh waitters dan dapat langsung memesan makanan dan minuman.

Head bar dan Operasional Atlas & Co, Andry Doverianto mengatakan desain ruangan Atlas berbeda dari kafe kebanyakan.

“Punya kita yang lebih gede dan AC itu yang smooking room dan yang non smooking room yang lebih kecil” ujar Andry ketika ditemui di Atlas & Co, Minggu (25/8/2019).

Andry mengungkapkan alasan di balik konsep tersebut karena ingin bebeda dari kafe lainnya, serta pasar atau pengunjung lebih banyak yang merokok.

Bagi pengunjung yang kurang nyaman dengan asap rokok, mereka dapat menggunakan ruangan kaca yang dilengkapi AC.

Ruangan ini didesain seperti ruangan ala-ala Jepang, dengan pintu kaca geser serta tempat duduk lesehan.

Di samping ruangan, terdapat ruangan berisikan koleksi piringan hitam dan DVD.

Piringan hitam tersebut bukan sebagai hiasan, melainkan dijual.

Berbagai koleksi piringan hitam itu didapat dari kolega dan rekan-rekan, serta anak kreatif di Semarang yang ingin menjual piringan hitamnya.

Atlas & Co menyediakan turntable, sehingga pengunjung yang ingin membeli piringan hitam dapat mencoba mendengarkan musik dari piringan hitam yang dipilih.

Dinding-dinding di kafe ini dihiasi oleh bingkai lukisan beraneka ukuran.

Uniknya karya lukisan tersebut dibuat oleh salah satu kru yang juga orang Semarang, Fahmi.

Konsep lukisan yang dibuat Fahmi untuk Atlas & Co selaras dengan konsep kafe yang minimalis.

Bagian belakang, mengadaptasi suasana taman dengan tanaman merambat sebagai hiasan.

Terdapat pula lampu-lampu gantung berwarna kuning untuk memperhangat suasana di malam hari.

Selain itu, bagiaan belakang ini memiliki tempat duduk menyerupai tribun.

Hiasan dindingnya pun tak kalah menarik, dengan warna dominan biru dan merah.

Setiap satu bulan sekali, area belakang Atlas & Co menjadi tempat untuk event kreatif di Semarang.

Menu

Karena letaknya yang lumayan dekat dengan sekolah serta kampus, harga makanan dan minuman yang ditawarkan Atlas & Co cukup terjangkau.

Berbagai macam menu minuman mulai dari kopi, teh, hingga berbagai olahan squash.

Salah satu menu minuman recommended di Atlas & Co, ialah ‘Es Kopi #diatlas’.

Es Kopi #diatlas memiliki komposisi seperti cafelate yaitu campuran ekpreso dan susu.

Namun uniknya Es Kopi #diatlas diberi tambahan brown sugar, sehingga bagi pengunjung yang ingin minum es kopi tetepi manis, Es Kopi #diatlas sangat direkomendasikan.

Sedangkan untuk makanan, tersedia berbagai jenis rice bowl yang rasanya menggugah selera.

Fasilitas

Atlas & Co tidak hanya menawarkan konsep desain bangunan yang menarik, namun juga berbagai olahan makanan dan minuman yang lezat.

Bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, Atlas & Co menyediakan meja dengan tempat duduk rendah seperti suasana di rumah.

Bagi pengunjung anak-anak muda, Atlas & Co menyediakan berbagai macam buku yang dapat digunakan untuk bahan tugas atau hanya sekedar dibaca saja.

“Buku-bukunya itu ada buku film, ada buku politik, ada novel cinta, ada macem-macem,” jelas Andry.

Pelanggan yang memiliki latar belakang berbeda-beda membuat Atlas & Co menyediakan buku dengan berbagai genre.

“Untuk customer nya pun latar belakangnya juga macem-macem. Ada anak SMP ke sini, anak SMA ke sini, kerja, keluarga sometimes juga ada yang kesini,” tutur Head Bar dan Operasional Atlas & Co. tersebut.

Beberapa fasilitas yang disediakan café Atlas & Co, di antaranya:

  • Indoor smooking room (AC)
  • Indoor non smooking room (AC)
  • Ruangan outdoor
  • Taman belakang
  • Koleksi buku
  • Koleksi piringan hitam & DVD
  • Toilet

Jam Buka

Atlas & Co buka mulai pukul 09.00-00.00 WIB.

Lokasi Atlas & Co berada di Jalan Jati Raya, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

TELP: 081328619455

Instagram: Atla & Co.

 (Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Atlas & Co Kafe

ARTIKEL POPULER:

Baca: Candu Cafe and Coffe Shop Bandar Lampung

Baca: Kerja sambil Ngopi Yuk di Monsoon Coffe Shop Bandung, Kafe Berkonsep Coffe Shop and Co-Working

Baca: Kedai Kopi Tuli, Menyesap Kopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved