Jumat, 12 Juni 2026

Terkini Daerah

Alasan Korban Pelecehan Ponpes Padang Ati Pekalongan Tak Berani Melawan, Sempat Alami Tekanan

Kamis, 28 Mei 2026 20:11 WIB
Tribun Jateng

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Media sosial sebelumnya sempat dihebohkan dengan pengakuan santriwati inisial F di Pekalongan, yang menyebut dirinya telah hamil dan melahirkan tanpa sosok pria.

Keluarga F sempat meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan murni takdir akibat mimpi misterius yang diklaim anaknya.

Namun seiring berjalannya waktu, peristiwa ini terungkap sebagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Padang Ati di Simbangkulon, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah.

Proses penyelidikan menemukan titik terang setelah sedikitnya enam mantan santriwati memberanikan diri melapor atas dugaan pelecehan seksual di ponpes yang sama.

Selanjutnya pada Rabu (27/5/2026), sekitar pukul 06.30 WIB, aparat Polres Pekalongan melakukan penangkapan terhadap pengasuh ponpes Padang Ati, Abdul Khalim Fadlun (AKF) di kediamannya yang merupakan wilayah padepokan.

Baca: 3 Santriwati Laporkan Oknum Kiai di Ngawi atas Dugaan Pencabulan, Korban Kemungkinan Bertambah

Menurut keterangan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, pengungkapan kasus ini memerlukan proses yang panjang lantaran para korban yang mengalami tekanan dan ketakutan.

Pihak kepolisian sampai melakukan pendekatan dengan metode scientific crime investigation guna memperkuat pembuktian, sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada para korban.

Menurut AKBP Riki, kasus ini diduga sudah berlangsung sejak 2008 hingga 2025.

Menurut keterangan Advokat pendamping korban, Ahmad Fauzi, modus yang digunakan oleh AKF dengan meminta dipijat oleh korban, lalu dalam kondisi sepi dan tertutup, pelaku diduga meminta korban melakukan tindakan yang mengarah pada asusila.

(Tribun-Video.com/Tribunjateng.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved