Sabtu, 30 Mei 2026

Mancanegara

Drama Panas Iran-AS, Negosiasi Nuklir dan Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang

Kamis, 28 Mei 2026 11:55 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dan Amerika Serikat tampaknya masih jauh dari kata sepakat setelah kedua negara tetap bersikukuh pada poin-poin kunci dalam proposal perdamaian.

Mengutip Iran International, Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan terbuka untuk semua negara dalam kesepakatan apa pun dengan Iran dan tidak akan dikendalikan oleh negara mana pun.

Ia juga menolak kemungkinan pelonggaran sanksi atau pencairan aset Iran yang dibekukan.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/5/2026), Trump mengatakan Selat Hormuz merupakan perairan internasional dan Amerika Serikat akan memantau jalur air tersebut.

“Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump.

“Kita akan mengawasinya.”

Baca: Rangkuman Konflik Timur Tengah: Iran Siaga Perang Siapkan Kuburan Massal, Israel Digugat Prancis


Trump mengatakan Iran ingin mengendalikan selat tersebut, tetapi hal itu tidak akan diizinkan.

“Mereka ingin mengendalikannya. Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional,” katanya.

Ditanya mengenai peran Oman, Trump mengatakan Oman harus bertindak seperti negara lain, sembari memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan kekuatan jika diperlukan.

“Oman akan berperilaku seperti negara lain, dan kita harus menghancurkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja,” kata Trump.

Baca: Detik-detik Iran Tembak Jatuh Drone MQ-9, Diklaim Jadi Pesawat Tak Berawak Paling Canggih AS

Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki pasokan energi yang cukup dan menggambarkan krisis Hormuz sebagai masalah global karena banyak negara lain lebih bergantung pada aliran energi melalui wilayah tersebut.

Ia mengatakan harga minyak akan turun dan berpendapat bahwa tanpa serangan AS, Iran akan segera memperoleh senjata nuklir.

“Jika kita tidak menyerang mereka dengan pesawat pengebom B-2, Iran akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu sejak hari itu karena mereka sudah siap,” kata Trump.

Ia juga membela keputusannya sebelumnya untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir era Obama dengan mengatakan Iran akan memperoleh dan menggunakan senjata nuklir jika hal itu tidak dilakukan.

“Itu akan menghancurkan Israel. Itu akan menghancurkan seluruh Timur Tengah. Dan itu tidak akan pernah terjadi,” kata Trump.

 

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran dan AS Sama-Sama Kukuh soal Selat Hormuz, Uranium, Pencabutan Sanksi

 

# Drama # Iran # Negosiasi # Nuklir # Selat Hormuz # Titik Terang # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Drama   #Iran   #negosiasi   #nuklir   #Selat Hormuz   #Titik Terang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved