Senin, 12 Mei 2025

Rusuh di Papua

Ali Mochtar Ngabalin Sebut Referendum Papua Bukan Bagian dari Tuntutan

Jumat, 30 Agustus 2019 23:28 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - ‎Istana menolak mengomentari tuntutan referendum yang diutarakan sejumlah pihak atas Papua.

Sebelumnya tuntutan disampaikan warga di Deiyai, Papua, dan saat aksi demo di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8/2019) lalu.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menegaskan kerusuhan yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu lebih pada isu rasialisme yang diterima warga Papua.

Menurut Ngabalin, isu referendum bukan bagian dari tuntutan mereka.

"Dari isu rasis ke isu separatis, itu tidak nyambung. Langit dan bumi bedanya," ungkap Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Ngabalin meyakini ‎permasalahan di Papua bisa diselesaikan secara baik-baik.

Dia juga tidak henti-hentinya menyuarakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Negara ini negara berdaulat. Indonesia adalah Papua, dan Papua adalah Indonesia," imbuhnya.

Senada, ‎Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya menolak berkomentar terkait tuntutan referendum.

Sementara itu Menkopolhukam Wiranto sebelumnya menyoroti tuntutan referendum Papua. Wiranto menilai tuntutan referendum tidak lagi relevan.

"Tuntutan referendum itu saya kira tak lagi harus disampaikan, karena apa? NKRI sudah final," tambah dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Istana Enggan Tanggapi Tuntutan Referendum Papua

ARTIKEL POPULER:

Baca: Andi Arief Mengutuk Anggota DPR yang Seperti Ludruk

Baca: Kecamatan Muara Wis, Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Baca: Kesedihan Istri Pertama Saat Jenazah Pupung & Dana Dimakamkan Selamat Jalan Sayangku

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved