Selasa, 2 Juni 2026

LIVE UPDATE

Ukraina Diguncang Rudal Oreshnik, Senjata Rusia yang Disebut Nyaris Setara Senjata Nuklir

Senin, 25 Mei 2026 16:12 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke wilayah dekat Kyiv.

Serangan besar itu menewaskan sedikitnya empat warga sipil.

Amerika Serikat menyebut Oreshnik sebagai rudal jarak menengah.

Rudal ini mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Kecepatan dan pola lintasannya sulit dibaca sistem pertahanan udara Ukraina.

Serangan ini menjadi penggunaan ketiga Oreshnik sejak perang berlangsung.

Baca: Serangan ke Asrama Siswa Picu Kemarahan Putin, Rusia Bersiap Gempur Balik Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan rudal jatuh dekat Bila Tserkva.

Kota itu berada di wilayah tengah Ukraina.

Zelensky menilai tindakan Rusia sudah melewati batas kewarasan.

Ia meminta dunia tidak membiarkan Moskow lolos tanpa hukuman.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyebut rudal membawa hulu ledak tiruan.

Menurutnya, langkah itu bertujuan menebar ancaman psikologis.

Kepala diplomasi Uni Eropa, Kaja Kallas, mengecam penggunaan Oreshnik.

Baca: Peran Rusia-China Terbongkar! Iran Pulih Kilat, Produksi Drone Dikebut saat Gencatan Senjata

Ia menyebut langkah Moskow sangat berbahaya dan provokatif.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai serangan itu sebagai bentuk eskalasi perang.

Ia menyebut agresi Rusia terus meningkat.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga mengecam penggunaan rudal tersebut.

Merz menegaskan dukungan Jerman kepada Ukraina tetap berlanjut.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia melepas 600 drone dan 90 rudal.

Serangan itu terjadi dalam satu malam penuh.

Pertahanan udara Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan sebagian besar serangan.

Sybiha menyebut ini salah satu serangan terbesar ke ibu kota Kyiv.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Ukraina melakukan terorisme.

Ia menuduh drone Ukraina menyerang asrama kampus di Starobilsk.

Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan korban tewas mencapai 18 orang.

Tiga korban lain disebut masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Baca: AS Klaim Iran Pulih Cepat Berkat Dukungan Rusia-China, Kebut Produksi Drone saat Gencatan Senjata

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan itu sebagai aksi balasan.

Moskow mengklaim Ukraina menyerang target sipil di wilayah Rusia.

Namun militer Ukraina membantah tuduhan tersebut.

Kyiv menegaskan hanya menyerang fasilitas militer Rusia.

Militer Ukraina mengatakan markas unit Rubicon ikut menjadi sasaran serangan.

Unit elite itu dikenal mengembangkan teknologi drone Rusia.

Di stasiun metro Kyiv, warga berlindung dari serangan udara semalaman.

Seorang warga bernama Nataliia Zvarych menggambarkan situasi sangat mencekam.

Ia mengaku mendengar ledakan selama berjam-jam dari dalam stasiun bawah tanah.

Menurutnya, malam itu dipenuhi ketakutan dan kepanikan.

Zelensky kembali mendesak dukungan internasional bagi Ukraina.

Ia meminta dunia menekan Rusia agar segera memilih jalan damai.

 

Artikel ini telah tayang di CNN dengan judul, Russia fires powerful ballistic missile in mass attack on Kyiv

 

Program: Live Update
Host: Sisca Mawaski
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Reka Alfa Dwi Putri


#viory #RudalOreshnik #RusiaUkraina #SenjataHipersonik #GeopolitikGlobal #InfoInternasional #PerangRusia #MiliterRusia #AncamanNuklir #KonflikEropaTimur #NATO #Mei2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Videografer: Reka Alfa Dwi Putri
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved