Minggu, 24 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Alasan Bos Intelijen AS Tinggalkan Jabatan seusai Cekcok dengan Trump soal Program Nuklir Iran

Sabtu, 23 Mei 2026 18:54 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard resmi mengundurkan diri dari jabatannya. 

Sebelum pengumuman itu muncul, Gabbard sebelumnya sempat berselisih pandangan dengan Presiden Donald Trump soal ancaman nuklir Iran dan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.

Dalam surat resminya, Gabbard mengungkapkan alasan ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut. 

Ia beralasan, mundur dari jabatan demi untuk mendampingi sang suami, Abraham Williams. 

Diketahui, sang suami tengah berjuang melawan kanker tulang langka.

Hal itu terungkap dalam surat yang diunggahnya melalui X pada Sabtu (23/5).

Dilaporkan, pengunduran diri tersebut berlaku efektif mulai 30 Juni. 

Baca: Perang AS-Iran Makin Membengkak?, Amerika Disebut Habiskan Rp1.500 Triliun untuk Operasi Militer

Baca: Sesumbar Trump Klaim Xi Jinping Puji Militer Amerika Fenomenal, Banggakan Blokade di Selat Hormuz

Posisi sementara Direktur Intelijen Nasional AS, nantinya akan diisi Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional, Aaron Lukas.

Namun di tengah pengumuman tersebut, muncul rumor bahwa Gabbard dipaksa mundur oleh Gedung Putih.

Rumor itu mencuat karena selama menjabat, Gabbard diketahui beberapa kali berbeda pandangan dengan Trump terkait perang Iran dan isu ancaman nuklir Teheran.

Sebelumnya, Presiden Trump pada Maret lalu sempat menyebut Gabbard lebih lunak dibanding dirinya dalam membatasi ambisi nuklir Iran.

Lalu pada bulan April, sejumlah sumber mengatakan ke Reuters bahwa Gabbard berpotensi kehilangan posisinya dalam perombakan kabinet yang lebih luas.

Seorang pejabat senior Gedung Putih juga dilaporkan mengungkapkan bahwa Trump sempat menunjukkan ketidakpuasan terhadap Gabbard dalam beberapa bulan terakhir.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di reuters.com dengan judul, Gabbard mengundurkan diri sebagai pejabat intelijen AS tertinggi di pemerintahan Trump

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved