Jumat, 29 Mei 2026

Nasional

Sumatra Black Out! Dirut PLN Sampaikan Permintaan Maaf hingga Beri Penjelasan ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mei 2026 16:34 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemadaman listrik massal melanda wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) malam.

Merespons kondisi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatra.

Dirinya juga membeberkan kronologi, penyebab gangguan, serta langkah pemulihan yang tengah diupayakan oleh jajarannya.

"PT PLN (Persero) ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatra, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam," ujar Darmawan dalam keterangan resminya yang tayang di KompasTV sabtu (23/5/2026).

Darmawan menjelaskan bahwa gangguan sistem kelistrikan ini pertama kali terdeteksi pada Jumat malam pukul 18.44 WIB.

Pihak PLN langsung berkoordinasi dan melaporkan situasi darurat tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB, dan di saat itu kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM melalui Bapak Direktur Jenderal Ketenagalistrikan. Kementerian ESDM selaku regulator dari sistem ketenagalistrikan langsung memberikan arahan agar kami terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," jelasnya.

Berdasarkan indikasi awal di lapangan, pemadaman massal ini dipicu oleh gangguan cuaca pada infrastruktur transmisi utama yang terletak di Provinsi Jambi.

"Sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut dan menyebabkan sistem transmisi tersebut keluar dari sistem transmisi kelistrikan Sumatera," papar Darmawan.

Baca: Hercules Dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai Anak Ahmad Bahar Mengaku Dapat Ancaman

Baca: Dunia dalam Bahaya! Trump Isyaratkan Lanjutkan Konflik Iran seusai Kosongkan Jadwal Gedung Putih

Hal ini kemudian memberikan efek kejut atau shock yang luar biasa terhadap pembangkit-pembangkit listrik PLN lainnya, sehingga memicu dampak domino yang sangat luas.

"Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit kami. Ada sebagian wilayah di mana karena bebannya itu hilang maka terjadi over supply, frekuensi sistem kelistrikan tersebut naik dan tegangannya juga naik, sehingga pembangkitnya secara otomatis keluar dari sistem, atau istilahnya secara otomatis padam," urainya.

"Tetapi ada juga daerah-daerah yang mengalami defisit karena pembangkitnya menjadi berkurang, maka frekuensinya turun, voltasenya turun, sehingga ini jadi beban pembangkit kami dan membuat pembangkit listrik di daerah tersebut juga padam. Kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatera," tambahnya.


Pihak PLN menyadari penuh bahwa listrik merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perputaran ekonomi.

Oleh karena itu, sesaat setelah gangguan terjadi, seluruh kekuatan tim teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen.

Darmawan bersyukur karena dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan transmisi sudah berhasil dipulihkan.

Kondisi ini dinilai jauh lebih baik daripada sengketa bencana kelistrikan masa lalu yang melibatkan kerusakan fisik parah seperti tower yang roboh.

"Hari ini kami menyampaikan bahwa gardu induk dan transmisi kami sudah pulih. Langkah selanjutnya adalah bagaimana kami bisa menyalakan kembali pembangkit-pembangkit listrik yang padam akibat domino effect tadi. Langkah-langkah ini meliputi menyalakan pembangkit, menyambungkan pembangkit tersebut pada sistem transmisi kami melalui gardu induk, dan yang ketiga adalah mensinkronisasi," terangnya.

Namun, Darmawan mengakui bahwa proses menyalakan kembali seluruh pembangkit tidak bisa instan karena karakteristik teknologi yang berbeda-beda.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/Hidro) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dapat menyala relatif cepat, yakni berkisar antara 5 hingga 15 jam.

Sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara, prosesnya memakan waktu jauh lebih panjang.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Listrik Padam Massal di Sumatra, Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Sumatra   #black out   #PLN   #dirut

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved