Kamis, 28 Mei 2026

Terkini Nasional

Ekonomi RI Memburuk, Anies Baswedan Desak Pemerintah Transparan dan Jujur ke Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 16:17 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilainya sedang tak baik-baik saja.

Dalam pernyataannya di Instagram, Anies menyinggung berbagai masalah yang menerpa negeri ini.

Anies menyinggung mengenai pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok sampai menyempitnya lapangan kerja yang berdampak langsung pada masyarakat. '

Anies mengatakan, tekanan ekonomi saat ini semakin terasa di tengah melemahnya daya beli rumah tangga dan menipisnya tabungan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut harus direspons pemerintah dengan sikap serius dan terbuka kepada publik.

"Kondisinya tidak baik-baik saja. Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik. Kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah tabungan tergerus dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," ujar Anies dikutip dari Instagramnya pada Rabu (20/5/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih panjang.

Mulai dari situasi geopolitik global yang memanas, konflik di Timur Tengah, hingga ancaman El Nino yang disebut menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah.

Menurut Anies, dalam situasi penuh tekanan saat ini, publik dan pelaku pasar membutuhkan kepastian dari pemerintah, bukan sekadar narasi yang menenangkan sementara.

"Dalam situasi seperti ini yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula," jelasnya.

Anies kemudian melontarkan kritik tajam kepada pemerintah.

Ia menilai pemerintah terlalu sering menampilkan data-data positif, sementara kondisi buruk justru ditutupi.

Selain itu, ia juga menyinggung pernyataan sejumlah pejabat yang dianggap terlalu santai dalam merespons persoalan serius.

"Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda. Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini besok berbeda. Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Anies meminta pemerintah stop memberikan 'obat tidur' kepada masyarakat dan mulai menyampaikan kondisi sebenarnya secara jujur serta transparan.

"Oleh karena itu saya mengajak kepada pemerintah, berhenti lah memberi obat tidur kepada publik buka data apa adanya, sampaikan maslaah secara jujur berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten," tegasnya.

Anies juga mengajak masyarakat bersiap menghadapi masa-masa berat yang menurutnya masih akan berlangsung ke depan.

Meski demikian, ia tetap optimistis Indonesia mampu melewati tantangan tersebut apabila seluruh pihak serius dalam mengelola bangsa.

"Tentu kita tetap harus optimis, bahwa kita akan bisa melewati itu semua. Asal, kita berjalan dengan mata terbuka bukan dengan ilusi yang dibuat-buat. Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu serius, mari kita serius mengurus bangsa ini," pungkasnya.

Baca: Yani Panigoro: Kader Penyembuh TBC Itu Mulia Sekali, Ekonomi Pas-pasan Tapi Mau Bergerak Pakai Hati

Baca: FULL Pidato Prabowo soal Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal di Rapat Paripurna DPR

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Masalah Bangsa Makin Berat, Anies Baswedan Minta Pemerintah Berhenti Tabur 'Obat Tidur'

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #Anies Baswedan   #ekonomi   #Indonesia   #Pemerintah   #transparan   #Rupiah   #dollar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved