Terkini Nasional
Anies Desak Pemerintah Transparan dan Buka Data Apa Adanya: Publik Butuh Kepastian Bukan Gula-gula
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengkritik keras pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebut bahwa kondisi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo membuat negara tidak baik-baik saja.
Beberapa indikator pun ia sebut seperti nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga kesempatan kerja yang semakin sedikit bagi masyarakat.
Anies juga menyoroti daya beli masyarakat yang semakin melemah belakangan ini.
"Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja."
"Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," katanya dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (20/5/2026).
Baca: Siang Ini Rupiah Anjlok ke Rp17.727 per Dolar AS, Pasar Keuangan RI Tertekan Makin Dalam Lagi
Di tengah ketidakpastian ini, Anies juga menyoroti soal tantangan global yang harus dihadapi Indonesia ke depannya seperti kondisi geopolitik yang memanas.
Selain itu, kondisi iklim dunia yang turut menjadi tantangan lain yang harus dihadapi Indonesia.
"Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan. Makanya beratnya berlipat," jelasnya.
Anies pun mengingatkan bahwa hal yang dibutuhkan masyarakat dan pasar yakni kepastian dan transparansi dari pemerintah terkait kondisi Indonesia saat ini.
Dia menganggap pemerintah saat ini tidak melakukan hal tersebut. Anies menilai pemerintah hanya memberikan ketenangan semu bagi masyarakat.
"Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan oleh pasar dan publik adalah satu hal (yaitu) kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula. Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran."
"Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa. Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan," tegasnya.
Anies pun mengkritik cara pemerintah merespons kondisi saat ini yang dianggapnya tidak transparan yakni hanya menyampaikan kepada masyarakat hal yang baik-baik saja.
Selain itu, ia juga mengkritik cara pejabat publik yang seakan meremehkan kondisi saat ini yang menurutnya sedang tidak dalam ketidakpastian.
"Data (yang disampaikan masyarakat) dipilih-pilih. Hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng, bahkan bercanda," ujarnya.
Dia turut menyoroti soal kebijakan pemerintah yang menurutnya kerap berubah-ubah.
Hal ini, sambung Anies, membuat masyarakat hingga investor bingung dan berujung pada permasalahan ekonomi yang lebih besar.
"Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian (investor) kabur," ujarnya.
Anies turut menyoroti tidak adanya pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat.
Salah satu contohnya terkait inkonsistensi soal kebijakan efisiensi di mana masyarakat diminta berhemat, tapi pemerintah justru melakukan pemborosan melalui program yang bukan merupakan prioritas.
Padahal, kebijakan semacam ini sudah dikritik oleh berbagai pihak di dalam negeri dan internasional.
"Di saat masyarakat diminta berhemat, mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan," tuturnya.
"Peringatan sudah datang dari mana-mana. Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama," sambung Anies.
Ia pun berharap agar pemerintah berhenti untuk menyembunyikan fakta sebenarnya terkait kondisi Indonesia saat ini.
Dia mendesak agar pemerintah transparan terhadap kondisi terkini alih-alih menyembunyikannya.
"Berhentilah memberikan obat tidur bagi publik. Buka data apa adanya. Sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Pimpin secara solid, ajek dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itu yang akan menenangkan rakyat," katanya.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Video Production: Fransisca Ellen Kumala Sari
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Hotman Paris Ditelepon Prabowo Soal Kasus Nadiem, Ingatkan RI 1: Tapi 1 Terdakwa Terlanjur Divonis
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Gojek Hanya Terima Komisi Driver Maksimal 8 Persen, Ikuti Aturan Prabowo dalam Perpres 27 Tahun 2026
9 jam lalu
Tribunnews Update
Anies Kritik Pemerintahan Prabowo Imbas Rupiah Jatuh ke Level Terendah Sepanjang Sejarah
9 jam lalu
Tribunnews Update
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Berada di Kisaran Rp 16800 pada 2027
9 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.