Selasa, 19 Mei 2026

Berita Terkini

Beri Ultimatum Keras, Iran Ancam Sulap Teluk Oman Jadi Kuburan Kapal Perang Amerika Serikat

Selasa, 19 Mei 2026 11:07 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran kembali mengeluarkan ancaman dengan menyebut Teluk Oman bisa berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Amerika Serikat.

Menurut Iran, hal itu akan terjadi jika AS tak segera mengakhiri blokade di pelabuhan Teheran.

Ancaman itu disampaikan Anggota Dewan Kemaslahatan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei pada Minggu (17/5).

“Saran saya kepada AS secara militer adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, pemahaman kami adalah bahwa blokade angkatan naval adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak alami kami,” jelas Mayjen Mohsen Rezaei.

Rezaei menegaskan, kesabaran Iran bukan berarti menerima tekanan atau ancaman dari AS.

Atas hal itu, ia meminta Amerika Serikat mundur dari kawasan Teluk sebelum situasi berubah menjadi konflik terbuka.

Iran menganggap blokade laut sebagai tindakan perang, sehingga negaranya berhak memberikan respons.

Baca: Rupiah Melemah, Politisi PDIP Sindir Gubernur BI di DPR: Kalau Rp 17.845 maka Indonesia Merdeka

“Jika kita sudah bersabar sampai sekarang, bukan berarti kita sudah menerimanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan alasan di balik keberadaan militer AS yang berkelanjutan di Teluk.

Rezaei menilai, Washington tidak lagi memiliki pembenaran yang pernah digunakannya untuk mempertahankan perannya di wilayah tersebut.

“Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Dulu, mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” katanya.

Selain itu, Rezaei juga menegaskan soal kondisi di jalur vital perdagangan dunia, Selat Hormuz.

Menurutnya, Selat Hormuz selalu terbuka untuk perdagangan dan berpendapat bahwa yang ditolak bukanlah pergerakan komersial, melainkan kampanye militer asing.

"Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup untuk penumpukan militer dan upaya apa pun untuk menggoyahkan keamanan," katanya.

(Tribun-Video.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved