Senin, 18 Mei 2026

Internasional

KUBURAN KAPAL PERANG! Iran Ancam Ubah Teluk Oman Menjadi Neraka Bagi Militer Amerika Serikat!

Senin, 18 Mei 2026 18:45 WIB
Tribun Kaltim

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran melontarkan ancaman keras terkait blokade angkatan laut AS di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz.

Pejabat tinggi militer Iran bahkan memperingatkan wilayah perairan strategis tersebut bisa berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal perang Amerika apabila tekanan militer terus berlanjut.

Pernyataan itu disampaikan anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak serangan bersama yang terjadi pada Februari 2026.

Meski sempat tercapai gencatan senjata pada April lalu, hubungan kedua negara masih dipenuhi ancaman dan saling tuding pelanggaran.

Laut Oman atau sering disebut Teluk Oman merupakan sebuah teluk yang menghubungkan Laut Arab dengan Selat Hormuz, yang kemudian bermuara ke Teluk Persia.

Teluk ini membentangi Iran, Pakistan, Oman, dan Uni Emirat Arab.

Baca: Iran Ancam Sulap Teluk Oman Jadi Kuburan Kapal-kapal AS Jika Trump Tak Cepat Akhiri Blokade

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu serangan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April 2026, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

“Saran saya kepada AS secara militer adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda."

"Jika tidak, pemahaman kami adalah bahwa blokade angkatan laut adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak alami kami,” kata Mayjen Mohsen Rezaei dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, Minggu (17/5/2026).

Rezaei menambahkan sikap menahan diri Iran tidak boleh diartikan sebagai penerimaan tekanan atau ancaman.

“Jika kita sudah bersabar sampai sekarang, bukan berarti kita sudah menerimanya,” tegasnya.

Diberitakan Anadolu Agency, Rezaei juga mempertanyakan alasan di balik keberadaan militer AS yang berkelanjutan di Teluk, dengan berpendapat Washington tidak lagi memiliki pembenaran yang pernah digunakannya untuk mempertahankan perannya di wilayah tersebut.

“Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Dulu, mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” katanya.

Rezaei mengatakan, Selat Hormuz selalu terbuka untuk perdagangan dan berpendapat yang ditolak bukanlah pergerakan komersial, melainkan kampanye militer asing.

Baca: Ketegangan AS Iran Meningkat! Trump: Segera Bertindak atau Tak Ada Waktu yang Tersisa

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan Kapal AS, Sebut Blokade Laut sebagai Tindakan Perang

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribun Kaltim

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved