Rabu, 20 Mei 2026

Terkini Nasional

Dikritik Media Asing Soal Makan Bergizi Gratis, Menkeu Purbaya Pasang Badan Bela Fiskal Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 13:29 WIB
Tribun Video

Unduh aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk mendapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon kritik media asal Inggris The Economist terhadap fiskal Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Fiskal berkaitan erat dengan segala urusan keuangan negara, khususnya yang bersumber dari pajak dan pendapatan negara lainnya.

Hal ini mencakup bagaimana pemerintah mengatur pendapatan dan pengeluaran negara (biasanya tercermin dalam APBN) untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia sekarang ini masih dalam angka aman dan terkendali.

“Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen PDB, tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8 persen dari PDB defisitnya, jadi engga ada masalah,” katanya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, (18/5/2026).

Dalam menjalankan program program kerja, Pemerintah kata Purbaya terus menghitung kondisi fiskal dengan teliti. Termasuk dalam menjalankan program MBG dan KDMP.

“Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa,” katanya.

Purbaya menilai kritikan The Economist terhadap kondisi fisikal Indonesia tersebut tidak lah tepat.

Purbaya lalu membandingkan dengan kondisi fiskal sejumlah negara eropa yang mana rasio utang terhadap PDB hampir 100 persen.

Baca: Prabowo Tambah Kekuatan Militer, Jet Tempur & Rudal Jadi Tonggak Pertahanan saat Geopolitik Memanas

“Jadi kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan mereka suruh lihat deh kebijakan kebijakan negara eropa berapa defisitnya, utangnya berapa, itu mendekati 100 persen dari PDB, kita masih 40, kita masih bagus, seharusnya the economist memuji kita,” pungkasnya.

Sebelumnya media internasional Majalah The Economist melontarkan kritik pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam analisis terbarunya pada Kamis (14/5/2026), media Inggris itu menuding Prabowo sedang merusak perekonomian di tanah air.

The Economist juga menyinggung bagaimana kondisi Indonesia bisa kembali seperti masa krisis 1998.

The Economist mengingatkan bahwa Prabowo pernah menyaksikan langsung bagaimana keruntuhan ekonomi memicu protes massa dan menjatuhkan Soeharto.

"Jadi Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya. Anda salah," tulis The Economist, menyoroti kebijakan ekonomi yang dinilai berisiko.

The Economist memperingatkan Prabowo agar berhati-hati terhadap krisis fiskal.

(Tribun-Video.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved