Minggu, 17 Mei 2026

DPR Setuju Prabowo Terkait Rupiah Melemah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa

Minggu, 17 Mei 2026 17:58 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO -  Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat, khususnya di pedesaan, tidak perlu panik menanggapi terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Misbakhun menilai, fluktuasi nilai tukar dolar AS tidak berdampak langsung pada transaksi sehari-hari masyarakat di level bawah.

Menurutnya, yang terpengatuh adalah transaksi yang menggunakan impor dan orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dollar," kata Misbakhun saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri." 

Misbakhun menilai, pernyataan Prabowo bertujuan untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik dan terpengaruh oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional. 

"Karena memang rupiah menjadi alat transaksi di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi tidak menggunakan dollar, menggunakan rupiah. Dan inilah yang menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucapnya. 

Namun, kata dia, pernyataan Prabowo juga menyiratkan pesan penting bagi Bank Indonesia (BI). 

Ia mendesak BI untuk segera melakukan langkah konkret mengendalikan dan mengembalikan nilai rupiah ke angka ideal.

Apalagi, nilai tukar rupiah saat ini sudah menyentuh angka sekitar Rp 17.600 per dolar AS. 

Angka ini meleset lebih dari Rp 1.000 dari asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN 2024.

"Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai," tutur Misbakhun. 

Misbakhun mengingatkan, efek dominonya akan terasa pada bahan baku industri yang bertumpu pada impor. 

Menurut dia, jika bahan baku mahal, hal ini berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi dan memukul sektor-sektor penopang pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI sendiri, kata Misbakhun, telah mengakui bahwa posisi rupiah saat ini berstatus undervalued, padahal fundamental ekonomi Indonesia diklaim sangat kuat.

"Ketika fundamental ekonomi sangat kuat kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah?" ungkapnya. 

Karena itu, politikus Partai Golkar ini mendorong BI mengambil langkah konkret untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. 

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo membandingkan ketahanan Indonesia dengan negara-negara lain yang saat ini sedang mengalami kepanikan akibat krisis geopolitik global. 

Menurutnya, situasi dunia memang menekan rantai pasok, namun Indonesia justru mampu bertahan bahkan mengekspor komoditas ke luar negeri.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.

Ia menjabarkan sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil kini mengantre untuk membeli komoditas dari Indonesia, baik berupa pupuk urea maupun beras. Hal ini menjadi bukti bahwa sektor riil Indonesia berjalan di jalur yang benar. 

Namun, di tengah capaian positif tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada para unsur pimpinan di dalam negeri. Ia meminta para elit dan pemegang kekuasaan untuk tetap loyal dan fokus berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.

 Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved