Senin, 18 Mei 2026

Terkini Nasional

TERTAMPAR? Benarkah Kata Prabowo Orang Desa Tak Pakai Dolar Padahal Tahu Tempe Masih Tergantung AS?

Minggu, 17 Mei 2026 17:50 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto mengatakan orang di desa tidak pakai dolar di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi, Prabowo meminta rakyat Indonesia agar tidak panik melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang terus anjlok.

Ia menilai kondisi ekonomi Indonesia masih baik-baik saja.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?" kata Prabowo.

"Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik. Indonesia masih oke," imbuhnya.

Merujuk pada pernyataan Prabowo tersebut, benarkah orang desa tidak memakai dolar?

Secara awam, transaksi keuangan di lingkup desa memang menggunakan rupiah.

Namun, salah satu bahan pangan pokok warga desa, bahkan seluruh rakyat Indonesia, yaitu tahu dan tempe yang bahan bakunya kedelai, masih menggantungkan kebutuhan nasional dari impor.

Menurut proyeksi neraca pangan 2026, seperti dalam tayangan KompasTV, 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor.

Sebab, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,74 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri hanya 277,5 ribu ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat, dalam kurun waktu 2017-2024, Indonesia masih mengimpor kedelai dengan kapasitas di atas 2 juta ton.

Hal ini sejalan dengan konsumsi tahu dan tempe per kapita yang mencapai di atas 7 kilogram tiap tahunnya.

BPS mencatat, pada 2024, rata-rata konsumsi per kapita seminggu untuk tahu adalah 0,152 kilogram, sedangkan tempe 0,143 kilogram.

Sementara, pada 2025, mengalami penurunan, yaitu tahu 0,148 kilogram dan tempe 0,136 kilogram.

Artinya, pada 2024, konsumsi tahu mencapai 7,904 kilogram per kapita dan tempe 7,436 kilogram.

Lalu, pada 2025, konsumsi tahu sebanyak 7,696 kilogram per kapita dan tempe 7,072 kilogram.

AS Jadi Mitra Utama Indonesia Pasok Kedelai

Dalam pemberitaan Kompas.com pada 26 Februari 2026, Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) menyatakan mendukung langkah pemerintah memperkuat kerja sama dagang dengan Amerika Serikat (AS) lewat Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Satu di antara poin penting dalam kesepakatan itu adalah, AS akan memasok 3,5 juta ton kedelai untuk Indonesia tiap tahunnya, untuk jangka waktu lima tahun.

"Komitmen pembelian kedelai merupakan bagian dari upaya untuk menjamin kepastian pasokan kedelai nasional dan menjaga kelancaran distribusinya," ujar Ketua Akindo, Hidayatullah Suralaga, Kamis (26/2/2026).

Biaya Hidup yang Naik Akan Menjalar Sampai Desa

Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal orang desa tak pakai dolar, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai bisa membahayakan masyarakat Indonesia.

Bhima menekankan, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar akan menjalar ke biaya hidup yang naik.

Hal itu, ujar dia, tentu saja akan dirasakan sampai ke level desa.

"Jangan dikira pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sudah Rp17.600, tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik, sampai ke level desa," ujar Bhima, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat di desa juga banyak menggunakan barang yang komponennya didapat dari impor, seperti handphone, kendaraan bermotor, televisi, hingga mesin cuci.

Kemudian, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG masih dipenuhi dari impor untuk kebutuhan nasional.

Ia menyebut, barang-barang tersebut akan naik harganya ketika rupiah mengalami pelemahan.

Baca: Otorita IKN Hormati Putusan MK: Pemindahan Ibu Kota Berlaku Setelah Keppres Terbit

Baca: Rangkuman Timur Tengah: Pasukan AS Pulang seusai Perang Iran, Israel Bunuh Komandan Militer Hamas

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Benarkah Kata Prabowo Orang di Desa Tak Pakai Dolar? Padahal 90 Persen Kedelai Indonesia Masih Impor

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Presiden Prabowo   #Desa   #dolar   #ekonomi   #Rupiah   #tahu   #tempe   #kedelai   #impor   #Amerika Serikat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved