Senin, 18 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Demo Tuntut Gulingkan Netanyahu Berakhir Ricuh, Warga Israel Bentrok dengan Polisi di Yerusalem

Minggu, 17 Mei 2026 16:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan orang terlibat bentrok dengan polisi saat aksi demo di Yerusalem pada Sabtu (16/5/2026).

Mereka menuntut diadakan pemilihan umum yang baru untuk menggulingkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rekaman video menunjukkan polisi secara paksa mengusir para demonstran dari jalanan.

Aparat juga mendirikan barikade untuk menghalangi pergerakan massa.

Namun, demonstran terus maju sambil mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Netanyahu.

Salah satu peserta aksi mengatakan bahwa Israel selama ini membanggakan diri sebagai negara demokrasi Yahudi.

Baca: Kekejaman Israel di Gaza, Mobil Warga Dihantam di Jalanan, Api Besar Melahap Kendaraan

Baca: Operasi Drone Melanda Israel Utara, Hizbullah Targetkan Markas & Ranpur hingga Tewaskan Tentara IDF

Padahal, menurutnya, Israel sebenarnya adalah negara etnokratis yang menggunakan apartheid.

Para demonstran pun berharap rezim yang baru dapat memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan pemerintahan Netanyahu.

"Harapan kami adalah pemilihan umum akan segera datang dan akan ada alternatif demokratis, karena kami telah hidup di bawah pemerintahan fasis terlalu lama. Dan setelah hampir 80 tahun, sudah saatnya untuk memiliki demokrasi," kata demonstran.

Protes ini terjadi ketika Israel memajukan rencana untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina.

Pemerintahan Netanyahu menegaskan kedaulatan dan hak keamanan atas wilayah yang disengketakan tersebut.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Haaretz dengan judul, Aksi Protes Menentang Pemerintah Netanyahu Berlangsung di Seluruh Israel

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #demo   #Israel   #Netanyahu

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved