Minggu, 17 Mei 2026

LIVE UPDATE

Tuntut Netanyahu Mundur Demo Besar Di Yerusalem Berujung Bentrok Brutal Antara Massa Dan Polisi

Minggu, 17 Mei 2026 13:10 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan meletus di Yerusalem pada hari Sabtu ketika aparat penegak hukum menyingkirkan puluhan pengunjuk rasa yang menuntut pemilihan umum baru untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Rekaman video menunjukkan polisi membawa demonstran secara paksa keluar dari jalanan dan mendirikan barikade untuk menghalangi pergerakan mereka.

Para pengunjuk rasa terus maju, berbaris melalui pusat kota dengan tanda dan plakat yang mengutuk Netanyahu dan sekutunya, sambil berteriak dan mengibarkan bendera Israel.

"Israel membanggakan diri sebagai negara demokrasi Yahudi, tetapi kita melihat bahwa itu tidak benar. Kita melihat bahwa Israel sebenarnya adalah negara etnokratis yang menggunakan apartheid. Dan kita di sini untuk mengatakan 'tidak,' kita di sini untuk berunjuk rasa menentang hal itu," kata seorang pengunjuk rasa.

“Harapan kami adalah pemilihan umum akan segera datang dan akan ada alternatif demokratis, karena kami telah hidup di bawah pemerintahan fasis terlalu lama. Dan setelah hampir 80 tahun, sudah saatnya untuk memiliki demokrasi,” lanjutnya.

Seorang lainnya mendesak Partai Demokrat untuk 'mendorong agenda yang berbeda' dan melawan koalisi Netanyahu.

“Saya berharap kerusakan yang telah dilakukan hingga saat ini oleh koalisi Bibi, [yang] akan terdiri dari Ben-Gvir dan Smotrich, akan benar-benar diperbaiki oleh pemerintahan yang akan datang ini,” tegasnya.

Protes ini terjadi ketika Israel memajukan rencana untuk mencaplok sebagian Tepi Barat, menegaskan kedaulatan dan hak keamanan atas wilayah yang dipersengketakan tersebut.

Pada hari Senin, Uni Eropa menyetujui sanksi yang menargetkan beberapa kelompok pemukim Israel dan tokoh konservatif yang dituduh memicu 'kekerasan' terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menentang rencana pencaplokan tersebut, dengan mengatakan bahwa ia 'tidak akan membiarkan hal ini terjadi'.

Pemilihan legislatif Israel tahun 2026 dijadwalkan pada 27 Oktober, di mana para pemilih akan memilih 120 anggota Knesset ke-26. Laporan menunjukkan bahwa ketegangan politik dapat memicu pemungutan suara lebih awal, yaitu pada bulan September, jika koalisi tersebut terpecah.

Editor: Rifqi Khusain
Video Production: Rifqi Khusain
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #polisi   #Yerusalem   #demo   #Netanyahu

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved