Konflik Timur Tengah
Kapal Kargo & Tanker Menumpuk di Selat Hormuz Buntut Proposal Iran Ditolak Trump
TRIBUN-VIDEO.COM - Di titik jalur sempit perdagangan dunia, kapal-kapal terus menumpuk di Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran.
Sejumlah kapal dan tanker minyak terlihat berhenti di perairan Selat Hormuz pada Kamis, di tengah pembatasan navigasi yang terus diberlakukan Iran serta blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Rekaman video memperlihatkan kapal-kapal dan tanker minyak terdampar di laut. Sebagian membawa kontainer, sementara lainnya tampak kosong.
Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa Teheran telah mengizinkan 30 kapal melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam.
Berbicara dalam KTT BRICS di New Delhi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selat tersebut tetap terbuka untuk pelayaran komersial, selama kapal-kapal bekerja sama dengan angkatan laut Iran.
Situasi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap usulan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Trump juga mengancam akan melanjutkan “Operation Project Freedom” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Baca: Tukang Rujak Cabul di Kebon Jeruk Digeruduk Massa usai Diduga Lecehkan Siswi SD, Pelaku Dikenal Alim
Baca: Achmad Syahri Irit Bicara usai Sidang Kode Etik Imbas Merokok saat Rapat, Disanksi Teguran Keras
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan fase berikutnya akan melibatkan inisiatif gabungan yang dipimpin Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis untuk memastikan ketersediaan sumber daya operasi pembersihan ranjau serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
Ia menambahkan bahwa Italia akan mengerahkan dua kapal penyapu ranjau tambahan di dekat Selat Hormuz sebagai langkah siaga jika diperlukan. Rutte juga menyebut adanya dukungan dari Jerman, Lithuania, Belanda, Belgia, Prancis, dan negara-negara sekutu lainnya.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian ditunjuk sebagai penerus.
Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran guna membuka jalan perundingan untuk mengakhiri konflik. Pembicaraan kemudian digelar di Islamabad, namun berakhir tanpa kesepakatan.
Sejak saat itu, Selat Hormuz tetap menjadi titik panas utama, dengan Iran membatasi lalu lintas pelayaran di jalur tersebut dan Amerika Serikat terus memberi tekanan terhadap pelabuhan serta pengiriman Iran.(*)
https://video.tribunnews.com/news/935874/penampakan-menyeramkan-kapal-kapal-terombang-ambil-di-tengah-laut-usai-trump-tolak-proposal-iran
https://www.viory.video/en/videos/a3086_14052026/at-the-chokepoint-vessels-continue-to-pile-up-in-strait-of-hormuz-after-trump-rejects-iranian-proposal
#Iran #Kapal Kargo #selat hormuz #as
Video Production: Untung
Sumber: Tribun Video
Internasional
Diabaikan Trump Dalam Negosiasi Damai dengan Iran, Netanyahu Ketar-ketir Hasilnya Rugikan Israel
Sabtu, 30 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Iran-AS: IRGC Menggila! Warga AS Dihujani Rudal hingga 2 Drone MQ-9 Reaper Hancur Lebur
Sabtu, 30 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Beri Hadiah ke Rusia-China, Perlakuan Khusus di Selat Hormuz, Singgung Konsisten Dukung Teheran
Sabtu, 30 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Warga AS Sekarat Dihujani Rudal Iran hingga 2 Drone MQ-9 Reaper Hancur Dibombardir Rudal Fateh-110
Sabtu, 30 Mei 2026
Internasional
Ancaman Selat Hormuz Naik ke Level Kritis! Alarm Bahaya AS Bunyi hingga Kapal-kapal Diminta Menjauh
Sabtu, 30 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.