Kamis, 14 Mei 2026

Nasional

Alasan Juri LCC MPR Tidak Minta Maaf Langsung, Sekjen MPR Buka Suara

Kamis, 14 Mei 2026 09:26 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI, Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni masih jadi sorotan.

Pasalnya setelah viral disebut tak adil kepada peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak, kedua juri tersebut belum muncul ke publik.

Dyastasita dan Indri bahkan belum meminta maaf secara langsung kepada Josepha Alexandra alias Ocha siswi SMAN 1 Pontianak.

Kedua juri tersebut disebut menyalahkan jawaban Ocha saat lomba berlangsung padahal jawaban tersebut adalah benar.

Dapat poin minus karena diduga dicurangi juri, Ocha mengaku hingga kini belum dapat permintaan maaf dari juri tersebut.

"Untuk sampai sekarang belum ada sih (juri minta maaf)," pungkas Ocha.

Alasan tak minta maaf langsung
Terkait dengan para juri yang belum meminta maaf ke publik atau ke Ocha langsung, pihak MPR akhirnya buka suara.

Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengungkap alasan Dyastasita dan Indri tak minta maaf secara personal adalah karena mereka sudah diwakili oleh lembaga.

Ya, beberapa waktu lalu pihak Sekjen MPR memang sudah meminta maaf atas insiden di LCC yang merugikan SMAN 1 Pontianak.

Hal itu menurut Siti sudah mewakili dari permintaan maaf dua juri tersebut.

"Juri ini adalah perwakilan kesekretariatan. Jadi yang sudah disampaikan beberapa hari lalu itu permohonan maaf dari kesekretariatan, saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut, jadi itu sudah mewakili dari satu kegiatan. Artinya bukan personal lagi tapi itu kelembagaan yang langsung meminta maaf," ungkap Siti Fauziah kepada awak media hari ini, Rabu (13/5/2026).

Lebih lanjut, Siti Fauziah juga mengungkap soal sanksi yang diberikan kepada para juru tersebut.

"Sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan lomba cerdas cermat di tahun 2026," pungkas Siti Fauziah.

Adapun terkait dengan kemungkinan adanya sanksi lain, pihak Sekjen MPR masih mempelajarinya.

Sebab proses untuk seorang anggota mendapatkan sanksi tersebut harus dengan alasan yang jelas sesuai aturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Kalau sanksi administrasi lainnya, itu ada aturannya, ada prosesnya, itu dalam tahap ini, karena baru hari ini kita komunikasi dengan pimpinan MPR jadi nanti itu kita lihat aturan-aturan yang berlaku dari BKN. Apakah ada unsur-unsur yang bisa keterkaitan dengan BKN," kata Siti Fauziah.

Baca: Trump Bertemu Xi Jinping, Beijing Bikin Tegang Teluk! Kapal Tanker China Bobol Blokade AS di Hormuz

Baca: Nasib 2 Juri Final LCC Empat Pilar MPR RI, Ahmad Muzani Janji Siapkan Sanksi Administratif

MC minta maaf
Berbeda dengan para juri, MC di acara Lomba Cerdas Cermat tersebut, Shindy Lutfiana justru bersikap lain.

Sadar dirinya salah hingga jadi bulan-bulanan netizen di media sosial, Shindy buka suara ke publik.

Melalui laman Instagram-nya, Shindy mengakui kesalahannya.

Karenanya, Shindy pun meminta maaf khususnya kepada pelajar SMAN 1 Pontianak, Ocha.

Berikut adalah klarifikasi sekaligus permintaan maaf dari Shindy:

"Saya Shindy Lutfiana selaku MC pada kegiatan lomba cerdas cermat (LCC) empat pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan pada tanggal 09 Mei 2026. Mohon izin untuk menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya yang beredar luas di media sosial saat pelaksanaan babak final berlangsung.

Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja' yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini.

Atas kejadian tersebut, dari lubuh hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya.

Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik," tulis Shindy dalam klarifikasinya.

Sebelum meminta maaf, Shindy terlebih dahulu telah diberikan sanksi oleh MPR RI.

MPR resmi menonaktifkan Shindy sebagai MC dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat empat pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Terkuak Alasan Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Tak Muncul Minta Maaf Langsung, Bakal Dapat Sanksi Lain?

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #MPR   #Cerdas cermat   #Pontianak   #Juri

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved