Tribunnews WIKI

Klub Sepak Bola Mitra Kukar, Milik Kabupaten Kutai Kartanegara

Kamis, 29 Agustus 2019 11:01 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Mitra Kutai Kartanegara atau disingkat Mitra Kukar, adala klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Klub ini memiliki julukan sebagai Barisan Kuat dan Kekar dan Naga Mekes.

Sementara kelompok pendukungnya bernama Mitman (Mitra Mania).

Seluruh pertandingan kandang Mitra Kukar dimainkan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

Musim ini, Mitra Kukar berlaga di Liga 2 Indonesia.

Sejarah

Kehadiran Mitra Kukar sendiri tak dapat lepas dari klub legendaris asal Surabaya yakni Niac Mitra atau Mitra Surabaya serta Mitra Kalteng Putra.

Ketika Mitra Surabaya terdegradasi ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 1999, klub ini dibeli pemilik Barito Putra dari Banjarmasin yakni H. Sulaiman HB dan pindah markas ke ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya.

Sejak itu Mitra Surabaya berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra (MKP).

Pada tahun 2001, Mitra Kalteng Putra terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia.

Kesulitan keuangan yang dialami MKP dalam menjalani roda kompetisi akhirnya membuat klub ini kembali harus ganti manajemen.

Lantas, MKP pun pindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara dengan status dipinjamkan.

Dibawah manajemen yang diketuai H Suryanto Anwar dan Manajer Tim Endri Erawan, Mitra Kalteng Putra akhirnya berganti nama menjadi Mitra Kukar saat menjalani kompetisi Divisi II Liga Indonesia musim 2003. Hanya butuh waktu setahun di Divisi II, Mitra Kukar kemudian menapak ke kompetisi Divisi I Liga Indonesia pada musim 2004.

Pada tahun 2005, Mitra Kukar resmi menjadi milik Kabupaten Kutai Kartanegara setelah klub ini dibeli dari H. Sulaiman HB dengan harga Rp. 1,5 milyar.

Di tahun ini pula, terjadi perombakan pengurus Mitra Kukar yang menempatkan H Sugiyanto sebagai Ketua Umum menggantikan H Suryanto Anwar.

Di musim 2007, Mitra Kukar berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 setelah sukses menduduki posisi sebagai juara Grup IV sekaligus melaju babak semifinal Divisi I Liga Indonesia 2007.

Namun, Mitra Kukar gagal melangkah ke babak final setelah kalah dari Persikad Depok melalui adu penalti.

Mitra Kukar untuk pertama kalinya mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim 2008.

Setelah 3 tahun berlaga di Divisi Utama, Mitra Kukar akhirnya menembus kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011/2012 setelah meraih predikat Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Selama 11 tahun berkiprah di pentas sepakbola nasional, baik mulai kompetisi Divisi II, Divisi Utama hingga Indonesian Super League, Mitra Kukar telah ditangani sejumlah pelatih dari dalam maupun luar negeri. Mereka adalah Eddy Simon Badawi (2003), Hernan Clavito Godoy dari Chili (2004), Solekan (2004), Vata Matanu Garcia asal Angola (2005), mantan pelatih timnas Indonesia asal Bulgaria Ivan Venkov Kolev (2006), Sukardi (2006), Mustaqim (2007 dan 2009), Jacksen F Tiago asal Brazil (2008), Nus Yadera (2008) dan Benny Dolo (2010/2011).

Di musim 2011/2012, Mitra Kukar sempat ditangani mantan pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy, dari Inggris.

Namun kontrak Simon diputus sebelum putaran pertama berakhir lantaran tidak mampu memenuhi target.

Posisi Simon kemudian diganti mantan pelatih timnas Myanmar, Stefan Hansson.

Di tangan Hansson, Mitra Kukar meraih prestasi cukup tinggi pada musim kedua, yakni menempati peringkat 3 ISL 2012/2013.

Sementara tim junior Mitra Kukar mampu meraih prestasi yang cukup mengejutkan pada musim kedua penampilannya.

Tim Mitra Kukar U-21 yang ditangani pelatih Rachmat Hidayat keluar sebagai runner up ISL U-21 2012/2013 setelah di laga final kalah 2-1 dari Sriwijaya FC U-21.

Pada musim ketiga, Mitra Kukar hanya mampu lolos ke babak 8 Besar ISL 2014 dengan menempati peringkat ketiga klasemen Grup L.

Sementara di tim junior, prestasi terbaik pada musim ketiga hanya bisa menjadi semifinalis.

Pada perebutan gelar Juara III, Mitra Kukar U-21 kalah adu penalti 5-4 dari Persipura U-21.

Menghadapi ISL 2015 yang diikuti 20 tim, manajemen Mitra Kukar tidak lagi memperpanjang kontrak pelatih Stefan Hansson.

Sebagai gantinya, manajemen Mitra Kukar mengangkat pelatih baru yakni Scott Joseph Cooper, seorang pelatih asal Inggris yang sebelumnya menangani sejumlah tim di Liga Primer Thailand.

Namun lantaran sering tertundanya kompetisi ISL 2015 terkait polemik antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Scott Cooper memilih untuk mengundurkan diri.

Belakangan ISL 2015 dinyatakan batal dilaksanakan dengan alasan force majeuer akibat tidak mendapat izin dari Kepolisian Republik Indonesia menyusul dibekukannya PSSI oleh Menpora.

Setelah kompetisi vakum, Mitra Kukar memilih untuk mengikuti turnamen Piala Presiden 2015.

Mantan pelatih Semen Padang, Jafri Sastra, ditunjuk sebagai arsitek tim.

Di tangan Jafri Sastra, Mitra Kukar lolos sebagai semifinalis dan meraih predikat Juara IV Piala Presiden 2015.

Atas prestasinya itu, Jafri kembali dipercaya untuk menangani Mitra Kukar selama berlaga di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015.

Hasilnya, Mitra Kukar sukses meraih predikat sebagai kampiun Piala Jenderal Sudirman setelah menumbangkan Semen Padang FC dengan skor tipis 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 24 Januari 2016.

Namun prestasi Mitra Kukar terpuruk pada turnamen Piala Gubernur Kaltim dikarenakan hengkangnya sejumlah pemain pilar.

Usai turnamen Piala Gubernur Kaltim, Jafri Sastra mengundurkan diri dari posisi pelatih.

Manajemen Mitra Kukar kemudian menunjuk Subangkit sebagai pelatih kepala untuk menangani Mitra Kukar di ajang Piala Bhayangkara serta kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Jelang berakhirnya ISC A 2016, Jafri Sastra kembali dipercaya menukangi Mitra Kukar menggantikan Subangkit yang mengundurkan diri.

Jafri Sastra juga menangani Mitra Kukar pada putaran pertama kompetisi Liga 1 2017, sebelum diganti Yudi Suryata.

Menyambut kompetisi Liga 1 2018, Mitra Kukar kini kembali ditangani pelatih asing yakni Rafael Berges Marin dari Spanyol.

Hanya saja, kerja sama dengan Rafael Berges hanya berjalan setengah musim.

Rafael Berges menyatakan mundur dari posisi pelatih Mitra Kukar jelang berakhirnya putaran pertama Liga 1 2018 dikarenakan mendapat tawaran besar dalam karirnya sebagai Direktur Olahraga klub Liga Spanyol, Cordoba CF.

Sebagai gantinya, Mitra Kukar kemudian menunjuk Rahmad Darmawan sebagai pelatih Mitra Kukar di putaran kedua Liga 1 2018.

Namun prestasi Mitra Kukar merosot di akhir musim 2018, sehingga harus terdegradasi ke Liga 2 setelah menempati peringkat 16 klasemen akhir.

Skuat

Penjaga Gawang

  • Gerri Mandagi
  • Ramadhan
  • M. Rizky Darmawan

Bek

  • Wiganda Pradika
  • Rendy Siregar
  • Zulchrizal Abdul Gamal
  • Achmad Faris Ardiansyah
  • Roni Fatahilah
  • Moch. Junda Irawan
  • Firly Apriansyah
  • Hagi Permana
  • M Rizky Ramadhan
  • Gilang Ginarsa

Gelandang

  • Abdul Rohim
  • Ahmad Bustomi
  • Andre Agustiar Prakoso
  • Arif Suyono
  • Syahroni
  • M. Luthfi Kamal Baharsyah
  • Rifan Nahumarury
  • Atep
  • Hendra Adi Bayauw
  • Muhammad Bachtiar
  • Anindito Wahyu Erminarno

Penyerang

  • Putra Aprilianto
  • M. Rafli Mursalim
  • Adi Nugroho
  • Rishadi Fauzi

Prestasi

2017

  • Peringkat 10 Liga 1 2017
  • Perempat Final Piala Presiden 2017

2016 

  • Juara Piala Jenderal Sudirman 2015/2016
  • Peringkat 10 Indonesia Soccer Championship A 2016

2015

  •  Juara 4 Piala Presiden 2015

2013/2014

  • 8 Besar Indonesia Super League 2014 - Peringkat 3 Grup L
  • Semifinalis Indonesia Super League U-21 2014

2012/2013

  • Peringkat 3 Indonesia Super League 2012/2013
  • Runner Up Indonesia Super League U-21 2012/2013

2011/2012

  • Peringkat 9 Indonesia Super League 2011/2012

2010/2011

  • Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011
  • Tim Fair Play Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011
  • Promosi ke Indonesia Super League

2009/2010

  • Peringkat 8 Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010

2008/2009

  • 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009
  • 24 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008
  • 8 Besar Turnamen Liga Jatim VII/2008
  • Juara I Turnamen Piala Gubernur Kalsel III/2008

2007

  • Semifinalis Divisi I Liga Indonesia
  • Promosi ke Divisi Utama
  • 32 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007

2006

  • Peringkat 5 Divisi I Liga Indonesia Wilayah IV
  • 64 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2006

2005

  • Peringkat 6 Divisi I Liga Indonesia Wilayah II
  • 32 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005

2004

  • Peringkat 10 Divisi I Liga Indonesia Wilayah Timur

2003

  • Tiga Besar Divisi II Liga Indonesia
  • Promosi ke Divisi I

Stadion

Mitra Kukar kini menempati kandang baru di Stadion Madya Aji Imbut yang terletak di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Stadion ini sempat populer dengan sebutan Stadion Kudungga, nama yang diusulkan mantan Ketua Umum Mitra Kukar Sugiyanto pada saat peluncuran skuad Mitra Kukar musim 2008/2009.

Nama Aji Imbut yang merupakan pendiri kota Tenggarong baru resmi digunakan sebagai nama stadion ini setelah diresmikan Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak pada 28 Maret 2011.

Mitra Kukar untuk pertama kalinya resmi menggunakan Stadion Madya Aji Imbut saat menjamu Persikota Tangerang pada 22 Maret 2010 dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009/2010.

Stadion yang disiapkan untuk PON XVII Kaltim ini memiliki luas bangunan mencapai 32.000 meter persegi dengan luas lahan sekitar 4,2 hektar.

Stadion yang representatif dan modern ini mulai dibangun sejak tahun 2005 dengan kapasitas lebih besar yakni mampu menampung hingga 35.000 penonton tanpa kursi.

Stadion Madya Aji Imbut dipercaya sebagai tuan rumah Babak 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 Grup B yang diikuti Mitra Kukar, PSAP Sigli, Persiba Bantul dan PSMS Medan pada tanggal 13-18 Mei 2011.

Siaran langsung oleh televisi nasional di stadion ini untuk pertama kalinya dilakukan ANTV pada tanggal 13 Mei 2011 dalam laga perdana Grup B antara Mitra Kukar kontra Persiba Bantul.

Sebelum pindah kandang ke Stadion Madya Aji Imbut, Mitra Kukar menempati kandang di Stadion Rondong Demang, Kelurahan Panji, Tenggarong. Stadion ini menjadi kandang Mitra Kukar saat masih mengarungi kompetisi Divisi II Liga Indonesia musim 2003 hingga Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009/2010.

Manajemen & Ofisial Tim

Manajemen

  • Ketua Umum: Endri Erawan
  • Sekretaris: Trias Slamet
  • Bidang Operasional : Suwanto
  • Bidang Promosi : Eka Syahriannur
  • Bidang Pemasaran : Ria Handayani
  • Media Officer : M. Agri Winata

Ofisial Tim

  • Manajer Tim : Roni Fauzan
  • Asisten Manajer : Nor Alam
  • Pelatih : Rafael Berges Marin
  • Asisten Pelatih : Sukardi 'Kardok'
  • Asisten Pelatih : Joice Sorongan
  • Pelatih Fisik : Asep Suryadi
  • Fisioterapis : La Ode Abdul Kadir
  • Masseur Tim : Uthe
  • Kit Man : Yansah
  • Dokter Tim : dr. Radjiman

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Mitra Kukar

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved