Nasional
UCAPAN KERAMAT Kiai Ashari Sebelum Mencabuli Santrinya, Sebut Ilmu dari Agama
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Inilah ucapan Ashari sebelum mencabuli santri.
Sambil membawa hal mistis, Ashari menanamkan ketakutan kepada murid-muridnya.
Ashari mengancam jika melawan dirinya sama dengan melawan Tuhan.
Doktrin pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndhoro Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ashari (51) kepada santriwati yang menjadi korban pencabulan terkuak.
Di balik jubah kepemimpinannya, ia diduga menggunakan doktrin agama dan ancaman spiritual untuk mencabuli para santriwatinya.
H, salah satu orang tua korban, membeberkan siasat licik yang digunakan pelaku untuk membungkam para santri agar menuruti nafsu bejatnya sejak tahun 2020 hingga 2024.
Berdasarkan pengakuan anaknya dan para santri lain, pelaku menanamkan rasa takut yang luar biasa melalui doktrin ketaatan buta.
Korban dipaksa percaya bahwa menolak kemauan pelaku adalah dosa besar.
Baca: NGAKU MAU TAUBAT! Kiai Cabul Ashari Memelas di Depan Polisi! Ngaku Khilaf atas Aksi Bejat ke Santri
“Anak-anak didoktrin kalau apa pun yang dilakukan kiai harus dituruti. Kalau murid berani melawan guru, berarti melawan Allah,” ujar H saat memberikan keterangan di Semarang, Jumat (8/5/2026).
Tak hanya itu, Ashari menggunakan narasi mistis untuk melegitimasi tindakannya.
Pelaku menyebut bahwa perlakuan tidak wajar tersebut merupakan instruksi dari alam lain.
“Katanya apa yang dilakukan kiai itu dari alam gaib, jadi murid harus nurut walaupun arahnya negatif,” tambahnya.
Baca: Memelas di Depan Polisi! Kiai Cabul Ashari Ngaku Khilaf atas Aksi Bejat ke Santri, Ngaku Mau Taubat
Ancaman "Putus Ilmu" agar Korban Tak Melawan
Siasat licik lainnya adalah ancaman psikologis mengenai masa depan pendidikan para santri.
Jika ada santri yang berontak, pelaku menakut-nakuti mereka dengan memutus keberkahan ilmu yang sedang dipelajari.
“Kalau tidak manut, katanya jalur ilmunya diputus. Anak-anak jadi takut,” kata H.
Kombinasi antara rasa takut dianggap melawan Tuhan dan kekhawatiran ilmunya tidak bermanfaat membuat para korban terperangkap dalam diam selama bertahun-tahun.
H menyebut secara logika anak-anak ingin berontak, namun mental mereka sudah terkunci oleh doktrin tersebut.
“Secara normal anak-anak pasti berontak. Tapi karena sudah takut dan didoktrin terus, akhirnya nurut,” jelasnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul UCAPAN Ashari Sebelum Mencabuli Santri, Bawa Hal Mistis: Tak Patut, Jalur Ilmunya Diputus
# KERAMAT # UCAPAN # Kiai Ashari # Mencabuli # Santri # Ilmu # Agama #
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.