Regional
UGR Gelar Nobar Film Pesta Babi, Rektor Tegaskan Kampus Harus jadi Ruang Dialog
TRIBUN-VIDEO.COM - UKM GEMPAR Universitas Gunung Rinjani (UGR) sukses menyelenggarakan pemutaran film dokumenter Pesta Babi di lingkungan kampus pada Jumat malam.
Meskipun bertema sensitif, kegiatan nonton bareng tersebut berjalan tertib dan menjadi sarana diskusi kritis mengenai isu sosial hingga kebebasan berekspresi.
Acara ini menarik perhatian publik karena dilakukan saat beberapa universitas lain di Nusa Tenggara Barat justru melarang penayangan film yang sama.
UGR dianggap menjadi teladan dalam menjaga keterbukaan ruang dialog akademik di tengah polemik pembatasan ekspresi mahasiswa.
Rektor UGR, Dr. Basri Mulyani, menegaskan bahwa institusi pendidikan harus menjadi tempat yang paling aman bagi pertukaran gagasan intelektual.
Beliau menyatakan bahwa tugas utama perguruan tinggi adalah memfasilitasi dialog yang sehat, bukan membungkam diskusi mahasiswa secara sepihak.
Baca: Mahasiswa Papua di Unram Sebut Pelarangan Film Pesta Babi Upaya Tutupi Kondisi Sebenarnya
“Kampus adalah lingkungan akademik. Tugas perguruan tinggi bukan membungkam diskusi, melainkan membuka ruang dialog yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Basri Mulyani dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, menghadapi realitas sosial secara kritis melalui diskusi publik merupakan tradisi penting untuk mengembangkan kebenaran ilmiah.
Basri juga menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam dunia akademik seharusnya dijawab dengan argumentasi logis, bukan melalui pelarangan atau pembungkaman.
Melalui kebijakan ini, kampus berkomitmen melahirkan lulusan yang mampu berdialog secara dewasa serta berani berpikir kritis terhadap berbagai isu kemanusiaan.
Baca: Nobar Pesta Babi di Unram Dibubarkan Paksa, Wakil Rektor Minta Nonton Sepakbola: demi Kondusifitas
“Mahasiswa harus diberi kesempatan untuk melihat, mendengar, lalu mengkritisi sebuah persoalan dengan nalar akademik. Kampus bukan tempat untuk menyeragamkan pikiran agar tidak menjadi menara gading. Kampus adalah tempat bertemunya gagasan, bahkan ketika gagasan itu berbeda dan tidak nyaman bagi sebagian pihak,” ujarnya.
“Kalau semua diskusi dibatasi karena dianggap sensitif, maka mahasiswa akan tumbuh tanpa keberanian berpikir kritis. Padahal inti pendidikan tinggi adalah melahirkan manusia yang mampu berdialog dengan realitas sosial secara dewasa,” ujarnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul UGR Gelar Nobar Film Pesta Babi, Rektor Tegaskan Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
# Pesta Babi # film dokumenter # ugr # Universitas Gunung Rinjani
Video Production: Titis TiaraDewi
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkini
Pengakuan Aktivis Merauke Mama Yasinta: Dijebak Masuk Film Pesta Babi Tanpa Izin & Tak Dibayar
7 hari lalu
Tribunnews Update
Geger Pengakuan Mama Yasinta Aktivis Papua: Merasa Dibohongi Dijebak Masuk Film Pesta Babi
7 hari lalu
Tribunnews Update
Reaksi Keras KSAD atas Film 'Pesta Babi': Duitnya dari Mana Coba Pikir Aja, Pasti Orang Berduit Lah
Kamis, 21 Mei 2026
Tribunnews Update
Natalius Pigai Akui Sudah Nonton Film Pesta Babi, Respons Menteri HAM Ini Langsung Jadi Sorotan
Kamis, 21 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.