Sabtu, 9 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Blokade Amerika Serikat ke Iran di Selat Hormuz Makin Ketat, Efek Embargo Kian Terasa di Teheran

Sabtu, 9 Mei 2026 15:01 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

setelah Gedung Putih menegaskan bahwa embargo terhadap Teheran “sangat berhasil” dalam menekan perekonomian negara tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga menyatakan masih “mempertimbangkan semua opsi”.

Opsi akan dilihat di tengah eskalasi militer yang semakin meningkat di kawasan Teluk.

Adapun Teheran masih mempelajari proposal Amerika dan akan mengumumkan tanggapannya setelah keputusan akhir tercapai.

Baca: Ada Apa? Penampakan Citra Satelit di Situs Nuklir Natanz Iran, Disebut Terlihat Aktivitas Misterius

Blokade laut yang diperketat AS terhadap Iran sejak pertengahan April mulai menunjukkan dampak serius ke perekonomian Teheran.

Trump bahkan sebelumnya mengklaim bahwa sistem ekspor minyak Iran akan “meledak dalam beberapa hari”.

Meski prediksi tersebut belum sepenuhnya terjadi, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tekanan besar yang kini dihadapi Iran.

Gangguan terhadap pelayaran kapal masuk dan keluar pelabuhan membuat ekspor minyak melambat, sementara nilai mata uang Iran dilaporkan anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Kondisi ini juga disebut memicu pemutusan hubungan kerja dalam skala luas di berbagai sektor.

Baca: Araghchi Emosi AS Kerap Pilih Serangan Militer Gegabah: Iran Tak akan Pernah Tunduk pada Tekanan

Di tengah eskalasi tersebut, pertanyaan besar kini muncul, apakah tekanan ekonomi ini cukup kuat untuk memaksa Iran menerima tuntutan AS, termasuk penghentian program pengayaan nuklir dan pembatasan pengaruh Teheran di Selat Hormuz.

Edward Fishman, Direktur Pusat Geoeconomi di Council on Foreign Relations, menilai blokade ini memberikan dampak signifikan karena Iran sangat bergantung pada pendapatan minyak.

Namun demikian, para analis masih berbeda pendapat mengenai kapan dampak paling berat akan benar-benar dirasakan.

Faktor utama yang menjadi penentu adalah jumlah minyak yang sudah diekspor sebelum blokade diberlakukan serta kapasitas penyimpanan minyak Iran saat ini.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Iran masih menyimpan sekitar 140 juta barel minyak di kapal tanker terapung di luar zona blokade, sebagian besar menunggu untuk dikirim ke China.

Stok ini diperkirakan dapat menjaga aliran pendapatan Iran setidaknya hingga bulan Agustus.

Soufan Center menambahkan bahwa cadangan tersebut masih menjadi penyangga sementara bagi ekonomi Iran, namun tidak cukup untuk menahan tekanan jangka panjang jika blokade terus diperketat.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Embargo Laut AS ke Iran Makin Keras, Krisis Ekonomi Mulai Terlihat Nyata


Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana


#viory #SelatHormuz #Iran #AmerikaSerikat #Embargo #KrisisEkonomi #Teheran #Geopolitik #TimurTengah #MinyakDunia #KonflikASIran #InfoInternasional #Mei2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved