Minggu, 10 Mei 2026

Nasional

Dedi Mulyadi Tegur Siswi yang Rambutnya Dipotong di Kelas, Guru BK Ungkap Alasannya

Kamis, 7 Mei 2026 18:31 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendengar curhatan para siswi yang menjadi korban razia rambut oleh guru bimbingan konseling (BK).

Dedi Mulyadi menyebut para siswi berhijab yang rambutnya dipotong pendek ini untuk tidak sakit hati pada gurunya.

Razia rambut yang dilakukan Ai Nursaida guru BK SMK Negeri 2 Garut menjadi polemik panjang.

Banyak pihak melayangkan kritik keras karena Ai memotong rambut siswi berhijab menjadi pendek.

Padahal dia pun mengaku bahwa para siswi ini berperilaku baik di sekolah.

Pun dengan akademisnya yang terbilang bagus.

"Keenam anak ini baik-baik aja secara perilaku baik. Akademis gak ada masalah, rajin sekolah," katanya.

Namun ia merasa resah atas sejumlah aduan tentang perilaku siswi saat ini.

Mulai dari rambut yang diwarnai, hingga make up saat jam belajar.

"Yang meresahkan kami baru-bari ini tentang penampilan siswa, berkerudung dalam hal kosmetik berlebihan," kata Ai ke Dedi Mulyadi.

"Mungkin orang tuanya cukup uang, kan gak ada masalah. Penampilan menor, wajar, kan tinggal diingatkan," katanya.

Ai guru BK mengaku sudah sering kali memperingatkan, namun hal tersebut justru selalu terulang lagi.

"Belum pernah surat pernyataan, soalnya banyak. Mayoritas yang saya bimbing itu jurusan broadcast mayoritas perempuan," katanya.

Dedi Mulyadi berpendapat para siswi ini berdandan karena terpengaruh jurusan belajar di sekolah yang mendalami tentang seni peran dan hiburan.

Baca: Detik-detik Penangkapan Terhadap Ashari di Wonogiri, ini Tampangnya saat Diringkus Kepolisian

Baca: MACET! Ribuan Kapal Terjebak Di Selat Hormuz Menunggu Izin Iran Meski Trump Setop Project Freedom!

"Atuh menor gak apa-apa kan jadi bintang film. Saya orang yang selalu bela guru, tetapi saya juga ingin proporsional. kadang penilaian kita terhadap penampailan sering kali salah. Kedua, jurusannya broadcast berarti urusannya dengan dunia hiburan perfilman, apakah mungkin karakter itu dipangaeruhi oleh kejuruan," kata Dedi Mulyadi.

Ai Nursaida mengaku sakit hati ketika mendengar aduan soal siswi yang berperilaku buruk.

"Keresahan di masyarakat, anak-anak laki-laki biasanya. Bu kenapa kalau laki-laki panjang sedikit dirazia, kalau yang perempuan rambut merah dibiarin, keluar gerbang dibuka merah masih pakai seragam. mungkin bukan anak saya yang ini, ya akumulasi dari sana dari sini terus yang disalahkan biasanya anak-anak saya, itu anak bimbingan saya, saya kan sakit hati," katanya.

Ia mengaku selama ini belum pernah melakukan tindakan represif terhadap siswi.

"Setiap ada rajia kosmetik, saya belum pernah merajia mereka. Saya belum pernah menghapus makeupnya, tapi saya dituduh seolah membiarkan mereka," katanya.

Namun saat kejadian, ia merasa psikologisnya sedang tidak stabil.

"Saya psikologisnya lagi gak baik, digunting tapi gak semua, masih bisa diikat rambut. Iya pada akhirnya saya sadar dan menyadari saya salah besar," katanya.

Ai memotong rambut panjang siswi berhijab menjadi pendek.

Walau demikian Dedi menilai guru BK tidak bersalah karena memiliki niat yang baik.

"Menurut saya ibu gak salah, kalau niat ibu dalam hati tujuannya memperbaiki, karena sayang bukan karena rasa benci dan ketidaksukaan. Eksepresi ibu memukul menjadi pukulan yang indah ketika saya sudah besar," katanya.

Sementara para siswi mengaku sengaja merias wajah demi penampilan.

"Biar cantik. Sunscreen, bedak, gak (tebal). Kalau tebal mah pakai," katanya.

Mereka berjanji tidak akan berdandan terlalu menor demi memilih sekolah gratis.

"Boleh, mau. Make up tipis tapi gratis," katanya.

Namun para siswi ini mengaku merasa sakit hati karena rambutnya dipotong sangat pendek.

"Kayak laki-laki. Sakit hati, trauma," katanya.

Atas perasaan itu Dedi Mulyadi menyarankan para siswi agar tidak sakit hati pada guru BK yang memotong rambut mereka menjadi pendek.

"Jangan ngomong trauma, biasa aja lah. Aku digaplok gak pernah trauma sama guru. Udah lah biasa aja, Kamu udah bisa senyum. gak boleh sakit hati," kata KDM.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Siswi di Garut Trauma Usai Rambut Dipotong Guru BK, Dedi Mulyadi : Gak Usah Sakit Hati, Biasa Aja

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Dedi Mulyadi   #guru   #razia   #polemik

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved