Terkini Daerah
UKP Bidang Pariwisata Minta Gratisan Video Drone Rinjani Canro Simarmata, Sang Kreator Bereaksi
TRIBUN-VIDEO.COM - Tim Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata yang dipimpin oleh Zita Anjani menjadi sorotan publik karena mengirim Direct Message (DM) Instagram kepada seorang pendaki sekaligus konten kreator bernama Canro Simarmata untuk meminta secara 'gratisan' video drone yang menampilkan keindahan jalur Torean, Gunung Rinjani.
Kejadian ini menjadi viral karena hal tersebut dilakukan oleh instansi pemerintah, di mana seharusnya bisa lebih menghargai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan tidak meminta konten secara gratisan.
UKP itu sebelumnya meminta izin menggunakan cuplikan video itu untuk digunakan sebagai bahan publikasi pariwisata di akun resmi mereka, @ukp_pariwisata.
Saat menanggapi pesan dari UKP Pariwisata itu, Conro menghargai tujuan baik mereka untuk mempublikasikan informasi dan potensi wisata kepada masyarakat luas, bahkan mengaku sangat senang jika videonya itu bisa menjadi perantara penyebaran promosi wisata.
Namun, permintaan video tersebut ditolak oleh Canro karena UKP Pariwisata memintanya izin penggunaan konten itu secara gratis.
Baca: Umrah Sunah Dibatasi Maksimal 3 Kali hingga Diminta Tak City Tour ke Luar Makkah sebelum Armuzna
Melalui story Instagram @conro.simarmata, Conro pun membagikan balasan pesannya kepada UKP Pariwisata tersebut.
Awalnya, Conro membalas DM itu dengan menjelaskan bahwa pembuatan video itu tidak mudah karena penuh risiko dan biaya operasional yang tidak sedikit, termasuk biaya izin menerbangkan drone yang mahal.
Setelah itu, Conro mengatakan jika UKP Pariwisata ingin menggunakan video karya miliknya untuk publikasi, dia memasang rate card seharga Rp10 juta per video.
Nilai tersebut, kata Conro, menyesuaikan dengan keseluruhan proses produksi di lapangan yang biaya operasionalnya tidak murah.
Saat pendakian itu, Conro menjelaskan bahwa dirinya perlu mengurus izin penerbangan drone yang memerlukan biaya sekitar Rp2 juta per hari.
Tindakan Conro ini pun mendapatkan banyak dukungan dari warganet dan konten kreator lainnya.
Dalam story Instagram Conro yang lain, konten kreator tersebut juga menuliskan bahwa setiap footage yang dihasilkannya di gunung itu bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan.
"Saya mendaki dengan membawa beban perlengkapan yang tidak ringan, termasuk DJI Mavic 4 Pro yang tentu sudah dapat dibayangkan sendiri bagaimana effort membawanya hingga ke ketinggian," tulisnya, dikutip Tribunnews pada Rabu (6/5/2026).
Saat tiba di lokasi pun, Conro mengatakan prosesnya tidak berhenti di situ karena untuk menerbangkan drone harus melalui berbagai prosedur perizinan yang cukup panjang dan tidak sederhana.
Bahkan ketika seluruh biaya perizinan telah dipenuhi, perjuangan Conro masih tetap berlanjut karena ada begitu banyak aturan yang harus diikuti dengan sangat ketat," ucapnya.
"Belum lagi saat drone akhirnya diterbangkan, selalu ada risiko yang menyertai, mulai dari cuaca, medan ekstrem, hingga kemungkinan perangkat jatuh atau rusak sewaktu-waktu. Semua itu adalah konsekuensi yang kami tanggung demi mendapatkan visual terbaik," jelas Conro.
"Karena itu, rasanya sedikit ironis ketika karya yang lahir dari perjuangan, biaya, tenaga, waktu, dan risiko sebesar itu, pada akhirnya masih dianggap sebagai sesuatu yang bisa diminta begitu saja tanpa menghargai nilai di balik prosesnya," tambahnya.
Baca: Tentara Israel Masukkan Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon, Langsung Dapat Sanksi Disiplin
UKP Pariwisata Minta Maaf
Sementara itu, pihak UKP Pariwisata telah menyampaikan permintaan maaf mereka atas hal tersebut.
UKP Pariwisata menjelaskan bahwa mereka sangat menghargai profesionalisme serta kualitas karya yang Conro hasilkan, sehingga meminta izin terlebih dahulu untuk penggunaan konten tersebut.
Ke depannya, UKP Pariwisata berharap bisa membangun kerja sama lebih baik.
Conro pun menerima permintaan maaf dari UKP Pariwisata, tetapi dia menegaskan bahwa penghargaan terhadap sebuah karya tidak cukup hanya melalui kalimat apresiasi.
"Sebab karya yang dihasilkan di lapangan lahir dari proses yang panjang, tenaga, biaya, perlengkapan mahak, risiko perjalanan, hingga waktu yang dikorbankan untuk mendapatkan dokumentasi terbaik," papar Conro melalui Instagram story @conro.simarmata yang menampilkan pesan permintaan maaf dari UKP Pariwisata.
Conro juga mengatakan, jika suatu hasil karya dianggap memiliki nilai untuk kebutuhan publikasi wisata, maka sudah semestinya ada bentuk penghargaan juga yang lebih profesional terhadap kreator yang menghasilkan.
"Karena pada akhirnya, kami para pembuat karya bukan hanya diminta hadir menunjukkan keindahan Indonesia, tetapi juga sering diminta memberi manfaat tanpa diberikan kemudahan ataupun dukungan yang sepadan," tulisnya.
Atas kejadian ini, Conro pun berharap ke depannya hal semacam ini bisa menjadi perhatian bersama, agar kreator lapangan tidak hanya dijadikan pelengkap promosi, tetapi juga diperlukan secara layak.
(Tribunnews.com/Rifqah)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Utusan Khusus Presiden Minta 'Gratisan' Video Drone Pendaki, Dibalas Harus Bayar Rp10 Juta
#viraldimediasosial #utusankhususpresiden #mintavideogratis #dronegrais #kontenkreator #kementrianpraiwisata
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Penampakan Drone Mata-mata Hancur Ditembak Iran di Selat Hormuz, UAV Sempat Diluncurkan dari Kapal
4 hari lalu
Mancanegara
Presiden Iran Ngamuk! IRGC Dituding Bertindak Liar setelah Kirim Serangan Drone ke UEA
6 hari lalu
Mancanegara
Serangan Iran Sukses Dicegat UEA! Rudal Balistik & Drone Berhasil Dihentikan
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.