Rabu, 10 Juni 2026

Mancanegara

Trump Ngamuk! Ancam Hempaskan Iran dari Muka Bumi, Armada Perang Siaga di Selat Hormuz

Selasa, 5 Mei 2026 16:08 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meluapkan kemarahannya kepada Iran setelah ketegangan di Selat Hormuz meningkat.

Perlu diketahui, sebuah kapal tanker minyak dilaporkan terkena serangan proyektil di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026) waktu setempat.

Akibatnya, Trump melontarkan ancaman terbarunya terhadap Iran.

Ia menegaskan tidak akan segan-segan "menghilangkan Iran dari peta dunia" jika Teheran nekat menyerang kapal militer Amerika di Selat Hormuz.

"Iran akan disapu dari muka bumi kalau berani menyentuh kapal kami," tegas Trump, mengutip The Guardian.

Selain itu, ketegangan ini juga dipicu saat AS melancarkan operasi militer besar-besaran di Teluk Persia.

Operasi yang dijuluki "Project Freedom" ini bertujuan membuka kembali jalur Selat Hormuz yang menjadi urat nadi minyak dunia.

Trump membanggakan kekuatan militer AS saat ini.

Ia menyebut stok amunisi dan teknologi tempur AS jauh lebih canggih dibandingkan masa-masa sebelumnya.

"Pangkalan kita di seluruh dunia sudah siaga penuh. Kita punya peralatan tempur terbaik, dan kita siap menggunakannya," tambahnya.

Baca: Iran Tolak Bertanggung Jawab & Klaim Militer AS sebagai Aktor di Balik Serangan Rudal-Drone di UEA

Iran Siap Perang

Iran dilaporkan tengah berada dalam status siaga satu dan mulai menggerakkan mesin perangnya ke titik-titik krusial di sepanjang Selat Hormuz.

Langkah ini diambil menyusul ketegangan yang terus mendidih dengan AS di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah memobilisasi kekuatan militer besar-besaran.

Baterai rudal berpemandu dan armada drone bunuh diri kini telah disiagakan di pesisir selatan Iran, siap membidik target di Selat Hormuz jika konflik pecah sewaktu-waktu.

Efek ketegangan ini tidak hanya terasa di lautan.

Di pusat Kota Teheran, suasana darurat mulai terasa.

Pemerintah setempat telah memerintahkan rumah sakit untuk bersiap menghadapi situasi terburuk.

Latihan pertahanan sipil kini rutin dilakukan di kota-kota besar Iran.

Warga diminta memahami prosedur evakuasi dan penanganan darurat jika serangan udara benar-benar terjadi.

Kampanye publik utama pemerintah Iran untuk menjaga narasi perang tetap aktif di dalam negeri disebut "Jan Fadaa", yang berarti seseorang yang siap "mengorbankan" nyawanya untuk tujuan tersebut.

Baca: Intelijen AS Sebut Perkiraan Waktu Iran Membuat Senjata Nuklir Tak Berubah Usai Serangan Terbaru

Para sukarelawan dapat mendaftar melalui situs web yang dikelola pemerintah, hanya dengan menggunakan nomor telepon.

Saat ini, tidak diperlukan nomor identitas nasional atau pendaftaran pribadi.

Media pemerintah telah menayangkan banyak wawancara dengan orang-orang yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut, yang mengatakan bahwa mereka siap mengorbankan nyawa mereka jika perlu.

"Saya akan berada di medan perang bersama keluarga saya selama diperlukan," kata seorang pria yang didampingi anggota keluarganya kepada Kantor Berita Mehr yang berafiliasi dengan IRGC.

Jan Fadaa menyatakan memiliki lebih dari 31 juta anggota aktif, yang mewakili lebih dari sepertiga populasi Iran, atau lebih dari setengah populasi berusia di atas 12 tahun.

Namun, pihak berwenang belum merilis dokumentasi apa pun untuk mendukung klaim tersebut, yang muncul beberapa bulan setelah ribuan orang tewas dalam protes nasional pada bulan Januari.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ngamuk saat Selat Hormuz Memanas, Trump: Iran akan Kami Sapu dari Muka Bumi!

# IRGC # donald trump # iran # Amerika Serikat # Selat Hormuz

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Selat Hormuz   #Amerika Serikat   #Iran   #Donald Trump   #IRGC

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved