Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Bikin Gaduh! MTI Singgung Kualitas Menteri PPPA, Sebut Laka gegara Pemangkasan Anggaran
TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengkritik keras usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait pemindahan posisi gerbong khusus wanita.
Usulan ini muncul sebagai respons atas kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut Djoko, memindahkan gerbong dari ujung ke tengah rangkaian sama sekali tidak menyelesaikan masalah keselamatan yang sebenarnya.
Ia bahkan menyentil kualitas sang menteri terkait usulan tersebut.
"Itu bukan substansinya, permasalahan keselamatan bukan terkait posisi gerbong. Ya begitulah kualitas menterinya, mau bagaimana?" ujar Djoko, Rabu (30/4/2026).
Djoko menegaskan bahwa PR besar pemerintah saat ini adalah memperbaiki kurikulum pendidikan keselamatan dan berhenti memotong anggaran keselamatan transportasi.
Baca: 3 Poin Permintaan Maaf Menteri PPPA Usai Polemik Usul Gerbong KRL Wanita Pindah Tangah Tuai Kritik
Ia menilai kecelakaan besar yang terjadi belakangan ini adalah dampak nyata dari pemangkasan anggaran yang sudah ia ingatkan sejak tahun lalu.
Ia menyarankan langkah strategis yang lebih nyata, seperti mempercepat proyek Double-Double Track agar jalur KRL dan kereta antarkota benar-benar terpisah.
Selain itu, penghapusan perlintasan sebidang dan pembangunan underpass harus jadi prioritas karena risiko pelanggaran di jalan masih sangat tinggi.
Sementara itu, setelah sempat menjadi sorotan tajam karena pernyataannya dianggap bias gender, Menteri PPPA Arifah Fauzi akhirnya menyampaikan permohonan maaf.
Baca: Pantauan Udara Stasiun Bekasi Timur, Operasional Kembali Normal seusai Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL
Ia mengakui bahwa usulannya untuk memindahkan gerbong wanita kurang tepat disampaikan.
"Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga," ungkap Arifah.
Ia menegaskan tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain.
Saat ini, prioritas kementeriannya adalah memastikan perlindungan hak bagi anak-anak yang menjadi yatim atau piatu akibat tragedi tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Sebut Ide Menteri PPPA Tak Sentuh Akar Masalah, MTI Sentil Kualitas Menteri di Pemerintahan Prabowo
# Arifah Fauzi # mti # menteri pppa # Stasiun Bekasi Timur # kecelakaan kereta
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews Bogor
Terkini Daerah
Kronologi Angkot Tertabrak Kereta Barang di Gunungputri Bogor, Sopir Tewas di Perlintasan
Minggu, 24 Mei 2026
Tribunnews Update
Menhub Putar Ilustrasi Detik-detik Tabrakan Maut KA Argo & KRL di Bekasi Timur di Hadapan DPR RI
Kamis, 21 Mei 2026
Berita Terkini
Mengenang 16 Korban, KAI Gelar Tahlilan di Stasiun Bekasi Timur dan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian
Selasa, 5 Mei 2026
Live Tribunnews Update
Penampakan Truk Pengangkut Pasir 'Penyok' seusai Tertemper Kereta Api di Tanjungbalai Sumut
Selasa, 5 Mei 2026
Live Tribunnews Update
Sopir Tewas seusai Terlibat Laka Maut KA Putri Deli dan Truk Angkut Pasir di Tanjungbalai Sumut
Selasa, 5 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.