Rabu, 29 April 2026

Tribunnews Update

Tim Gabungan Dikerahkan dalam Evakuasi Gerbong KRL yang Hancur usai Tabrakan KA Argo Bromo

Rabu, 29 April 2026 11:31 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tim gabungan dari KAI, TNI, dan Polri mulai melakukan proses evakuasi gerbong KRL Commuter Line yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Proses evakuasi dilakukan oleh puluhan personel gabungan dengan menarik secara manual material KRL yang rusak pada gerbong nomor 10.

Petugas juga menggunakan alat pengait otomatis yang dipasang pada badan gerbong untuk mempermudah proses evakuasi.

Tampak pula lokomotif rescue atau kereta penolong disiapkan di depan rangkaian KRL yang rusak untuk menarik gerbong yang terdampak.

Berdasarkan pantauan Tribunnews di lapangan, puluhan personel KAI yang dibantu TNI-Polri bekerja sama mengevakuasi puing-puing KRL ke sisi pinggir rel.

Proses evakuasi bangkai KRL dilakukan beberapa saat setelah kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Sementara itu, Basarnas menghentikan evakuasi korban meninggal saat proses pemindahan gerbong berlangsung.

Meski demikian, tim Basarnas dikabarkan kembali mengevakuasi dua kantong jenazah dari lokasi kejadian.

Evakuasi lanjutan korban masih menunggu informasi resmi dari pihak Basarnas.

Diketahui, kecelakaan terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin malam (27/4/2026) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengatakan insiden bermula dari gangguan di perlintasan.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Ia menyebut KRL sempat melakukan pengereman darurat setelah insiden di jalur tersebut.

Kecelakaan ini menyebabkan kepanikan penumpang dan kerusakan parah pada gerbong KRL Commuter Line.

Bobby juga mengatakan korban tewas telah dievakuasi ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi.

Hingga saat ini dikabarkan 14 korban meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

“Tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby.

(Tribun-Video.com)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Linda Pancaningrum
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved