Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
PESAN TERAKHIR Karyawati Kompas TV sebelum Kecelakaan Kereta, Sempat Bikin Cemas Keluarga
TRIBUN-VIDEO.COM - Karyawati Kompas TV Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur.
Ia sempat dilaporkan hilang kontak selama beberapa jam setelah insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut.
Nur Ainia, atau yang akrab disapa Ain, bekerja sebagai news production support di Kompas TV.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang adik, Zhafa.
Menurut Zhafa, keseharian kakaknya memang hampir sepenuhnya dihabiskan untuk bekerja.
"Sehari-hari kakak bekerja di stasiun TV. Kemudian karena mungkin dia kerjanya shift jadi pulang tidak tentu. Dia cuma kerja," kata Zhafa, Selasa (28/4/2026).
Perjalanan Ain pada malam itu dimulai setelah ia menyelesaikan pekerjaannya sekira pukul 21.30 WIB.
Ain kemudian menghubungi keluarganya untuk memberikan kabar posisi terakhirnya.
Ia juga sempat meminta agar dijemput oleh pihak keluarga saat sampai di tujuan nanti.
Namun, komunikasi itu menjadi momen terakhir keluarga mendengar kabar darinya.
Setelah permintaan jemput tersebut, Ain tidak lagi memberikan informasi tambahan.
Pihak keluarga mulai merasa cemas karena HP miliknya tidak bisa dihubungi hingga larut malam.
"Kemudian, abang saya bilang di grup, 'Kak, angkat teleponnya'. Karena HP-nya tidak bisa dihubungi," lanjut Zhafa.
Keluarga terus mencoba menghubungi Ain, namun tidak ada jawaban.
Berdasarkan pelacakan sinyal ponsel terakhir pada pukul 01.00 WIB dini hari, posisi Ain diketahui berada di area Stasiun Bekasi.
Meskipun Ain tidak menjawab panggilan, ponsel miliknya ternyata sempat menunjukkan tanda-tanda masih aktif beberapa jam setelah kecelakaan.
Zhafa menyebutkan sinyal WhatsApp milik sang kakak masih berdering hingga waktu subuh.
"Dari Subuh, HP kakak masih bisa dihubungi dan WhatsApp-nya masih berdering. Sekitar jam 7, saya coba hubungi lagi karena HP-nya sudah nonaktif," terang Zhafa.
Keluarga baru menyadari adanya insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL melalui informasi di grup WhatsApp pada malam harinya.
Pencarian keberadaan Ain sempat meluas hingga ke media sosial.
Akun Instagram @kompastv mengunggah pengumuman kehilangan pada Selasa siang.
Unggahan tersebut meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan Ain yang hilang kontak pascakecelakaan.
Baca: Jenazah Karyawan Kompas TV Korban Tabrakan KRL Tiba di Rumah Duka, Disambut Isak Tangis Keluarga
Proses Identifikasi di RS Polri
Kepastian mengenai kondisi Ain akhirnya terungkap melalui proses identifikasi di Rumah Sakit Polri Kramatjati.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi bahwa Ain termasuk dalam daftar korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Executive Vice President of Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudyo, memberikan konfirmasi tersebut pada Selasa.
Hal serupa disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Ia menjelaskan bahwa jenazah Ain telah dibawa ke RS Polri untuk identifikasi.
"Betul. Ada 10 tadi yang dibawa ke (RS) Polri untuk dilakukan proses identifikasi," ujar Anne.
Pihak redaksi tempat Ain bekerja juga memberikan pernyataan resmi.
Wakil Pimpinan Redaksi KOMPAS TV, Martian Damanik, membenarkan kabar duka tersebut melalui pesan teks.
“Benar, (salah satu korban adalah Aina),” ucap Martian.
Tim Dokpol Polri akhirnya merilis hasil identifikasi terhadap jenazah tersebut.
Karo Dokpol Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan bahwa Ain teridentifikasi melalui data primer dan sekunder.
“Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi dengan data primer sidik jari dan sekunder dari properti dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadina, 32 tahun, dari Tambun Selatan Bekasi,” ujar Nyoman Eddy dalam konferensi pers.
Operasi Evakuasi dan Data Korban
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan data terbaru bahwa 15 penumpang KRL meninggal dunia akibat kejadian ini.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa luka.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan mengenai profil para korban tewas.
Berdasarkan hasil evakuasi di lapangan, seluruh korban meninggal dunia adalah perempuan.
"Seratus persen yang kami evakuasi, (adalah) perempuan," tutur Mohammad Syafii.
Ia juga memastikan tidak ada anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Operasi SAR dinyatakan resmi berakhir pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB.
Seluruh tim evakuasi telah dikembalikan ke pangkalan masing-masing.
Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan medis di delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan beberapa rumah sakit swasta lainnya.
Baca: PENGAKUAN ASISTEN MASINIS KA Argo Bromo, Singgung Sinyal Janggal saat Tabrak KRL di Bekasi
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Pesan Terakhir Nur Ainia Karyawati Kompas TV Sebelum Tewas di KRL Bekasi, Minta Dijemput Keluarga
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews Bogor
Terkini Nasional
Dedi Mulyadi Temukan Toko Miras saat Bongkar Kios-kios PKL di Trotoar Eyckman Sukajadi Bandung
Rabu, 13 Mei 2026
Terkini Nasional
BAK TOL! Dedi Mulyadi Wacanakan Jalan Provinsi Berbayar Tapi Tanpa Gerbang
Rabu, 13 Mei 2026
Nasional
PKB MAU DIHAPUS? Dedi Mulyadi Wacanakan Jalan Provinsi Jabar Berbayar Seperti Jalan Tol
Selasa, 12 Mei 2026
Viral
Viral Wacana KDM yang Bakal Buat Jalan Provinsi Jabar Berbayar Seperti Jalan Tol
Selasa, 12 Mei 2026
Terkini Nasional
WACANA KANG DEDI MULYADI! Hapus Pajak Kendaraan Bermotor tapi Jalanan Provinsi Jabar Jadi Berbayar
Selasa, 12 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.