TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Tak Ingin Iran Untung 500 Juta Dolar Per Hari, Terus Blokir Agar Teheran Terpojok dan Menyerah
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Washington memiliki 'kendali penuh' atas Selat Hormuz.
Trump menyebut bahwa AS telah berupaya menghentikan Iran memperoleh keuntungan besar.
Keuntungan Iran di Klaim AS hingga 500 juta dolar per hari dari jalur Hormuz.
Trump menegaskan bahwa ia tidak menginginkan Iran menghasilkan uang ratusan juta dolar per hari itu hingga Teheran menyelesaikan konflik dengan AS.
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat tersebut. Dan kenyataan bahwa selat itu tertutup, Anda tahu, mereka pasti sudah membukanya tiga hari yang lalu. Mereka datang kepada kami, dan mereka berkata, kami akan setuju untuk membuka Selat tersebut. Dan semua orang saya senang. Semua orang senang, kecuali saya," katanya.
"Saya bilang, tunggu sebentar, jika kita membuka Selat itu, artinya mereka akan menghasilkan 500 juta dolar per hari. Saya tidak ingin mereka menghasilkan 500 juta dolar per hari sampai mereka menyelesaikan masalah ini. Jadi sayalah yang tetap menutupnya. Kami memiliki kendali penuh atasnya. Dan itu akan dibuka ketika mereka membuat kesepakatan atau sesuatu yang sangat positif terjadi," tambahnya.
Baca: Singgung Konflik Iran-AS Memanas, Lula Berkelakar Ingin Kirim Pohon Penenang ke Presiden Trump
Baca: China Bantah Keras Tuduhan Trump soal Kapal Kargo Iran Bawa Kado Rahasia: Tudingan Tak Berdasar
Dilansir dari Viory, Trump beranggapan semua pihak awalnya sepakat untuk membuka selat Hormuz, kecuali dirinya yang menolak.
Hal ini disampaikan Trump dihadapan awak media di Gedung Putih pada, Jumat (24/4/2026).
Trump mengklaim dirinya menahan pembukaan Selat Hormuz hingga mencapai kesepakatan yang dianggap lebih menguntungkan.
Ia juga menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka jika terdapat kesepakatan atau perkembangan yang dinilai positif.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyebut bahwa dirinya sempat memberi waktu istirahat terkait genccatan senjata.
Ia beranggapan ingin mencapai kesepakatan terbaik.
Sementara itu, Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Qalibaf menegaskan pembukaan Selat Hormuz “tidak mungkin” terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata oleh AS dan Israel.
Kedua negara sebelumnya sempat menyepakati gencatan senjata dua minggu pada 8 April setelah konflik selama lima setengah minggu.
Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan terobosan dan putaran berikutnya gagal terlaksana.
#viory
Reporter: Linda Pancaningrum
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Sayembara Global 10 Juta Dollar! Amerika Serikat Kejar Pemimpin Milisi Pro-Iran Abu Waala al Waeli
2 hari lalu
Mancanegara
Detik-detik Kapal Tanker Diduga Bawa Minyak dari Iran Digerebek Pasukan AS di Samudra Hindia
2 hari lalu
Mancanegara
Detik-detik Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran Disiram Cairan Merah di Berlin, Ada Apa?
2 hari lalu
Tribun Video Update
Mulai Kebijakan Tembak Mati hingga Serangan Ulang, Trump Rencanakan Serangan Skala Besar ke Iran
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.